Pengaruh Job Insecurity terhadap Turnover Intention


Menurut (Lompoliu, W.T., Nelwan, O S., Lengkong, 2020) menjelaskan Job
Insecurity merupakan status pekerjaan dan pengahasilan yang tidak dapat diprediksi
merupakan perasaan tidak aman yang meningkat pada seorang karyawan, akan
berakibat terjadinya pengunduran diri yang semakin meningkat, serta aspek usia,
lama kerja, dan lingkungan kerja menjadikan faktor terjadinya Turnover Intention.
Maka dapat dikatakan meningkatnya rasa tidak aman dapat mendorong terjadinya
kecenderungan untuk keluar dari perusahaan dan mencari perusahaan lain yang
dianggap lebih baik. Perasaan gelisah, cemas dan stress pada seseorang akan muncul
jika rasa ketidakamanan yang dirasa seorang itu tinggi. Hal ini dapat mempengaruhi
pola pikir karyawan untuk melakukan sikap turnover dengan mencari pekerjaan yang
lebih nyaman.
Menurut (Yuliani et al., 2021) dalam penelitianya menunjukan bahwa Job
Insecurity berpengaruh positif serta signifikan pada Turnover Intention karyawan.
Menyatakan bahwa ketidakamanan pekerjaan berdampak positif dan signifikan pada
keinginan karyawan untuk meninggalkan pekerjaan