Dimensi dan Indikator Stres kerja


Berikut merupakan dimensi dari stres kerja menurut Kusnadi
(2021) adalah:

  1. Beban tugas yang terlalu berat
    Setiap orang memiliki porsi dan kemampuan kerja yang
    terbatas, jika seorang karyawan dibebani dengan tanggungan yang
    lebih besar dari kemampuan dan keahliannya maka karyawan
    tersebut akan merasakan kesulitan dan menganggap pekerjaanya
    sebagai suatu hal yang tidak menyenangkan. Jika seseorang tidak
    merasa nyaman dengan pekerjaanya maka orang tersebut
    cenderung mudah untuk mengalami stres kerja.
  2. Desakan waktu
    Untuk sebuah hasil kerja yang maksimal dibutuhkan juga
    waktu yang sepadan untuk menyelesaikannya. Pekerjaan dengan
    waktu yang terbatas akan membuat karyawan merasakan tertekan
    dan menimbulkan kegelisahan yang berupa perasaan takut tidak
    dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah di
    tetapkan. Kecemasan tersebut akan mendorong terjadinya stres
    kerja.
  3. Penyelia yang kurang baik
    Penyelia seharusnya mampu merangkul dan membimbing
    karyawannya dalam menyelesaikan setiap tugasnya, penyelia yang
    tidak baik akan membuat karyawan merasakan bekerja di bawah
    tekanan yang secara tidak langsung membuatnya tegang dan tidak
    merasa nyaman dalam bekerja. Hal tersebut dapat mengganggu
    kondisi psikologis seorang karyawan yang bila terus terjadi dapat
    menyebabkan terjadinya stres kerja.
  4. Iklim kerja yang menyebabkan tidak aman
    Iklim kerja yang tidak aman akan menyebabkan keresahan
    bagi para karyawan dalam sebuah perusahaan. Pikiran mereka akan
    terganggu dengan berbagai macam ketakutan. Pikiran yang
    seharusnya fokus untuk bekerja menjadi terbagi karena adanya rasa
    ketidak amanan tersebut. Apabila karyawan merasakan ketidak
    amanan maka hal tersebut akan meningkatkan stres kerja yang
    dialami oleh karyawan.
  5. Kurangnya informasi dari umpan balik tentang prestasi kerja
    seseorang
    Setiap orang menginginkan perjalanan karir dan prestasi
    kerja yang mampu memberikan keuntungan di masa yang akan
    mendatang. Dalam berkarir, seseorang membutuhkan pengakuan,
    apresiasi dan timbal balik atas usaha yang telah dilakukanya. Jika
    seseorang tidak mendapatkan hal tersebut dalam pekerjaanya maka
    hal tersebut mampu membuatnya kehilangan arah dan merasakan
    kebingungan mengenai kinerjanya. Hal tersebut dapat membuat
    karyawan resah dan memikirkannya secara berlebihan yangdapat
    memicu terjadinya stres kerja.
    Menurut (Septiari & Ardana, 2021) mengemukakan ada lima
    indikator stres kerja, yaitu:
  6. Beban kerja yang berlebihan
    Merupakan beban kerja yang diberikan kepada karyawan yang
    melebihi batas kemampuannya dan melebihi tanggung jawab
    pekerjaan tersebut.
  7. Tekanan atau desakan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan
    merupakan tekanan atau desakan terhadap karyawan terkait
    waktu dalam menyelesaikan pekerjaan.
  8. Umpan balik tentang pelaksanaan pekerjaan yang tidak
    memadai merupakan respon dari atasan langsung terhadap
    pekerjaan yang dibutuhkan oleh karyawan.
  9. Tidak ada wewenang yang cukup untuk melaksanakan
    tanggung jawab merupakan keterbatasan wewenang yang
    dimiliki karyawan dalam melaksanakan tanggung jawab
    pekerjaannya.
  10. Berbagai bentuk perubahan dalam organisasi
    Merupakan dinamika yang terjadi pada organisasi tempat
    karyawan berada