Berikut merupakan dimensi dari stres kerja menurut Kusnadi
(2021) adalah:
- Beban tugas yang terlalu berat
Setiap orang memiliki porsi dan kemampuan kerja yang
terbatas, jika seorang karyawan dibebani dengan tanggungan yang
lebih besar dari kemampuan dan keahliannya maka karyawan
tersebut akan merasakan kesulitan dan menganggap pekerjaanya
sebagai suatu hal yang tidak menyenangkan. Jika seseorang tidak
merasa nyaman dengan pekerjaanya maka orang tersebut
cenderung mudah untuk mengalami stres kerja. - Desakan waktu
Untuk sebuah hasil kerja yang maksimal dibutuhkan juga
waktu yang sepadan untuk menyelesaikannya. Pekerjaan dengan
waktu yang terbatas akan membuat karyawan merasakan tertekan
dan menimbulkan kegelisahan yang berupa perasaan takut tidak
dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah di
tetapkan. Kecemasan tersebut akan mendorong terjadinya stres
kerja. - Penyelia yang kurang baik
Penyelia seharusnya mampu merangkul dan membimbing
karyawannya dalam menyelesaikan setiap tugasnya, penyelia yang
tidak baik akan membuat karyawan merasakan bekerja di bawah
tekanan yang secara tidak langsung membuatnya tegang dan tidak
merasa nyaman dalam bekerja. Hal tersebut dapat mengganggu
kondisi psikologis seorang karyawan yang bila terus terjadi dapat
menyebabkan terjadinya stres kerja. - Iklim kerja yang menyebabkan tidak aman
Iklim kerja yang tidak aman akan menyebabkan keresahan
bagi para karyawan dalam sebuah perusahaan. Pikiran mereka akan
terganggu dengan berbagai macam ketakutan. Pikiran yang
seharusnya fokus untuk bekerja menjadi terbagi karena adanya rasa
ketidak amanan tersebut. Apabila karyawan merasakan ketidak
amanan maka hal tersebut akan meningkatkan stres kerja yang
dialami oleh karyawan. - Kurangnya informasi dari umpan balik tentang prestasi kerja
seseorang
Setiap orang menginginkan perjalanan karir dan prestasi
kerja yang mampu memberikan keuntungan di masa yang akan
mendatang. Dalam berkarir, seseorang membutuhkan pengakuan,
apresiasi dan timbal balik atas usaha yang telah dilakukanya. Jika
seseorang tidak mendapatkan hal tersebut dalam pekerjaanya maka
hal tersebut mampu membuatnya kehilangan arah dan merasakan
kebingungan mengenai kinerjanya. Hal tersebut dapat membuat
karyawan resah dan memikirkannya secara berlebihan yangdapat
memicu terjadinya stres kerja.
Menurut (Septiari & Ardana, 2021) mengemukakan ada lima
indikator stres kerja, yaitu: - Beban kerja yang berlebihan
Merupakan beban kerja yang diberikan kepada karyawan yang
melebihi batas kemampuannya dan melebihi tanggung jawab
pekerjaan tersebut. - Tekanan atau desakan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan
merupakan tekanan atau desakan terhadap karyawan terkait
waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. - Umpan balik tentang pelaksanaan pekerjaan yang tidak
memadai merupakan respon dari atasan langsung terhadap
pekerjaan yang dibutuhkan oleh karyawan. - Tidak ada wewenang yang cukup untuk melaksanakan
tanggung jawab merupakan keterbatasan wewenang yang
dimiliki karyawan dalam melaksanakan tanggung jawab
pekerjaannya. - Berbagai bentuk perubahan dalam organisasi
Merupakan dinamika yang terjadi pada organisasi tempat
karyawan berada
