Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Turnover intention


Menurut Robbins dan Judge (2019), kepuasan kerja adalah sikap
umum yang dimiliki oleh seorang karyawan tentang pekerjaannya,
mencakup berbagai dimensi seperti kepuasan terhadap tugas, kondisi
kerja, hubungan dengan rekan kerja dan atasan, serta kompensasi yang
diterima. Mereka menjelaskan bahwa kepuasan kerja yang tinggi
berhubungan dengan rendahnya tingkat turnover intention karena
karyawan yang puas dengan pekerjaannya cenderung menunjukkan
komitmen yang lebih tinggi terhadap organisasi dan memiliki niat yang
lebih rendah untuk meninggalkan perusahaan.
Dalam konteks tertentu, kepuasan kerja dapat berpengaruh positif
terhadap turnover intention. Menurut Adams (2019), karyawan yang
merasa overqualified atau mendapatkan lebih banyak daripada yang
mereka butuhkan mungkin mencari pekerjaan yang lebih sesuai dengan
tingkat keterampilan dan ekspektasi mereka. Victor (2019) menyatakan
bahwa karyawan yang sangat puas dengan pekerjaannya mungkin
memiliki ekspektasi tinggi bahwa keterampilan mereka dapat membawa
mereka ke peluang yang lebih baik di tempat lain. Selain itu, teori
mobilitas karir menunjukkan bahwa kepuasan kerja dapat memberikan
rasa percaya diri yang memungkinkan karyawan untuk mengeksplorasi
opsi lain tanpa rasa takut akan ketidakpastian (Arthur & Rousseau,
2019). Deci dan Ryan (2019) menyatakan bahwa karyawan yang merasa
sangat kompeten dan memiliki otonomi yang tinggi mungkin terdorong
untuk mencari tantangan baru di luar organisasi mereka saat ini. Semua
teori ini menunjukkan bahwa dalam situasi tertentu, kepuasan kerja yang
tinggi dapat mendorong karyawan untuk mencari peluang karir yang
lebih baik di tempat lain, sehingga meningkatkan turnover intention