Stres kerja adalah suatu kondisi dimana terdapat satu atau
beberapa faktor di tempat kerja yang berinteraksi dengan pekerja
sehingga mengganggu kondisi fisiologis, dan perilaku (Dessler, 2020).
Menurut (Lestari & Mujiati, 2021) stres adalah konsekuensi setiap
tindakan dan situasi lingkungan yang menimbulkan tuntunan
psikologis dan fisik yang berlebihan pada seseorang. Menurut (Monica
& Putra, 2021) stres kerja merupakan suatu keadaan yang
mempengaruhi turnover intention, dimana kondisi kerja menyimpang
dengan kondisi psikologis individu. Maslach (2019) menyoroti bahwa
tingkat stres kerja yang tinggi, khususnya terkait dengan beban kerja
yang berlebihan, konflik peran, dan kurangnya dukungan sosial di
lingkungan kerja, dapat menyebabkan tingkat kelelahan emosional dan
kebakaran yang tinggi pada karyawan. Dalam kondisi ini, karyawan
cenderung merasa terbakar dan tidak puas dengan pekerjaan mereka.
Dapat disimpulkan bahwa stres kerja memiliki dampak signifikan
terhadap kesejahteraan psikologis karyawan dan niat mereka untuk
berpindah kerja. Tingkat stres kerja yang tinggi dapat menyebabkan
ketidakpuasan kerja dan burnout, yang pada akhirnya meningkatkan
turnover intention karyawan. Oleh karena itu, penting bagi organisasi
untuk mengelola dan mengurangi faktor-faktor penyebab stres di
tempat kerja guna meningkatkan kesejahteraan dan retensi karyawan
