Sunyoto (2015), indikator dalam pengukuran lingkungan kerja adalah:
- Hubungan karyawan: dalam hubungan karyawan ini terdapat dua hubungan
yaitu hubungan sebagai individu dan hubungan sebagai kelompok. Hubungan
sebagai individu, motivasi yang diperoleh seorang karyawan datangnya dari
rekan-rekan sekerja maupun atasan. Menjadi sebuah motivasi, jika hubungan
karyawan dengan rekan sekerja maupun atasannya berlangsung harmonis. - Tingkat kebersihan lingkungan: ingkungan kerja yang tidak tenang atau bising
akan dapat menimbulkan pengaruh yang kurang baik yaitu adanya
ketidaktenangan dalam bekerja. Bagi para karyawan tentu saja ketenangan
lingkungan kerja sangat membantu dalam penyelesaian pekerjaan dan ini
dapat meningkatkan produktivitas kerja. - Peraturan kerja: peraturan kerja yang baik dan jelas dapat memberikan
pengaruh yang baik terhadap kepuasan dan kinerja para karyawan untuk
pengembangan karier di perusahaan tersebut. Dengan perangkat peraturan
tersebut karyawan akan dituntut untuk menjalankan aktivitasnya guna
mencapai tujuan perusahaan maupun tujuan individu dengan pasti. Di
samping itu karyawan akan lebih termotivasi untuk bekerja lebih baik. - Penerangan: penerangan dalam hal ini bukanlah terbatas pada penerangan
listrik tetapi termasuk juga penerangan matahari. Hal ini sering kali karyawan
memerlukan penerangan yang cukup, apalagi jika pekerjaan yang diperlukan
menuntut ketelitian. Untuk melaksanakan penghematan biaya maka dalam
usaha penerangan hendaknya diusahakan dengan sinar matahari. - Sirkulasi udara, sirkulasi atau pertukaran udara yang cukup maka pertama
yang harus dilakukan pengadaan ventilasi. Ventilasi harus cukup lebar
terutama pada ruangan-ruangan yang dianggap terlalu panas. - Keamanan lingkungan kerja dengan rasa aman akan menimbulkan ketenangan
dan kenyamanan, di mana hal ini akan dapat memberikan dorongan semangat
untuk bekerja. Keamanan yang dimasukkan ke dalam lingkungan kerja adalah
keamanan terhadap milik pribadi karyawan
