Regresi Logistik (skripsi dan tesis)

Menurut Hosmer dan Lemeshow (2000) tujuan melakukan analisis data kategori menggunakan regresi logistik adalah mendapatkan model terbaik dan sederhana untuk menjelaskan hubungan antara keluaran dari variabel respons (?) dengan variabel-variabel prediktornya (?). Variabel respons dalam regresi logistik dapat berupa kategori atau kualitatif, sedangkan variabel prediktornya dapat berupa kualitatif dan kuantitatif. Jika variabel ? merupakan variabel biner atau dikotomi dalam artian variabel respons terdiri dari dua kategori yaitu “sukses” (? = 1) atau “gagal” (? = 0), maka variabel ? mengikuti sebaran Bernoulli yang memiliki fungsi densitas peluang: ?(?? ) = ?(??) ??(1 − ?(??)) 1−?? , ; ?? = 0,1 (2.1) sehingga diperoleh: Untuk ?? = 0, maka ?(0) = ?(??) 0 (1 − ?(??)) 1−0 = 1 − ?(??), untuk ?? = 1, maka ?(1) = ?(??) 1 (1 − ?(??)) 1−1 = ?(??). Misalkan probabilitas dari variabel respons ? untuk nilai ? yang diberikan, dinotasikan sebagai ?(?). Model umum ?(?) dinotasikan sebagai berikut: ?(?) = exp(?0 + ?1?1 + ?2?2 + ⋯ + ????) 1 + exp(?0 + ?1?1 + ?2?2 + ⋯ + ????) , Persamaan (2.2) disebut fungsi regresi logistik yang menunjukkan hubungan antara variabel prediktor dan probabilitas yang tidak linear, sehingga untuk mendapatkan (2.2) 9 hubungan yang linear dilakukan transformasi yang sering disebut dengan transformasi logit. Bentuk logit dari ?(?) dinyatakan sebagai ?(?), yaitu: logit [?(?)] = ?(?) = ln ( ?(?) 1−?(?) ) = ?0 + ?1?1 + ?2?2 + ⋯ + ????. (2.3) Persamaan (2.3) merupakan bentuk fungsi hubungan model regresi logistik yang disebut model regresi logistik berganda (Hosmer dan Lemeshow, 2000).