Dimensi Kualitas Produk


Konsumen memiliki kebebasan untuk memilih suatu produk. Menurut
Tjiptono (2008:25) kualitas produk memiliki beberapa dimensi antara lain:

  1. Kinerja (Performance) merupakan karakteristik operasi dan produk inti (core
    product) yang dibeli. Misalnya kecepatan, kemudahan dan kenyamanan dalam
    penggunaan.
  2. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (Features) yaitu karakteristik sekunder atau
    pelengkap.
  3. Kesesuaian dengan spesifikasi (Conformance to Spesification) yaitu sejauh mana
    karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah ditetapkan
    sebelumnya. Misalnya pengawasan kualitas dan desain, standar karakteristik
    operasional.
  4. Keandalan (Realibility) yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau
    gagal pakai. Misalnya pengawasan kualitas dan desain, standar karakteristik
    operasional.
  5. Daya tahan (Durability) berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus
    digunakan. Dimensi ini mencakup umur teknis maupun umur ekonomis.
  6. Estetika (Esthetica) yaitu daya tarik produk terhadap panca indera. Misal
    keindahan desain produk, keunikan model produk, dan kombinasi.
  7. Kualitas yang dipersepsikan (Perceived Quality) merupakan persepsi konsumen
    terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk. Biasanya karena
    kurangnya pengetahuan pembeli akan atribut atau ciri-ciri produk yang akan
    dibeli, maka pembeli mempersepsikan kualitasnya dari aspek harga, nama merek,
    iklan, reputasi perusahaan, maupun negara pembuatnya.
  8. Dimensi kemudahan perbaikan (Service Ability) meliputi kecepatan, kemudahan,
    penanganan keluhan yang memuaskan. Pelayanan yang diberikan tidak terbatas
    hanya sebelum penjualan, tetapi juga selama proses penjualan hingga purna jual
    yang mencakup pelayanan reparasi dan ketersediaan komponen yang dibutuhkan.