ISA (International Standards on Auditing) 500 menegaskan bahwa tujuan
auditor adalah merancang dan melaksanakan prosedur audit, sehingga auditor
memperoleh bukti yang cukup dan tepat untuk menarik kesimpulan yang akan
digunakan sebagai dasar pemberian opini atas laporan keuangan yang diaudit.
Bukti audit mempunyai definisi sebagai informasi yang digunakan auditor
untuk menarik sebuah kesimpulan yang menjadi dasar pemberian opini auditnya.
Bukti audit meliputi informasi yang didalamnya terdapat catatan akuntansi dan
informasi lain yang meyakinkan auditor bahwa laporan keuangan telah disajikan
secara wajar.
Menurut ISA 500 terdapat tujuh jenis bukti audit, yaitu :
- Inspeksi
Inspeksi merupakan pemeriksaan oleh auditor terhadap dokumen atau catatan
baik internal maupun eksternal dan pemeriksaan fisik surat suatu aset. - Pengamatan
Pengamatan terdiri dari melihat langsung suatu proses atau prosedur yang
dilakukan oleh orang lain. Pengamatan memberikan bukti audit tentang
pelaksanaan suatu proses atau prosedur, namun hanya terbatas pada titik waktu
tertentu pada saat pengamatan dilaksanakan. - Konfirmasi Eksternal
Konfirmasi eksternal merupakan tanggapan lisan maupun tertulis yang diperoleh
auditor atas permintaanya dari pihak ketiga (pihak yang memberi konfirmasi)
dalam bentuk kertas, elektronik, atau media lainnya. Jenis bukti ini sangat
dipercaya dan paling sering digunakan. - Perhitungan Kembali
Perhitungan kembali merupakan pengecekan ulang perhitungan yang telah
dibuat klien untuk memastikan keakuratannya. Perhitungan kembali dapat
dilakukan secara manual maupun secara elektronikPelaksanaan Kembali
Pelaksanaan Kembali merupakan pengujian yang dilakukan auditor terkait
prosedur atau pengendalian akuntansi klien yang termasuk bagian dari sistem
akuntansi dan pengendalian internal klien. - Prosedur analitis
Prosedur analitis merupakan evaluasi atas informasi keuangan dengan
menganalisis hubungan yang nalar antara data keuangan dan non keuangan.
Sebagai contoh, auditor dapat membandingan margin kotor tahun berjalan
dengan tahun sebelumnya. - Permintaan Keterangan
Permintaan keterangan adalah upaya mencari informasi dari pihak yang
mengetahui masalahnya, baik masalah keuangan dan non keuangan, dari orang
didalam atau di luar entitas. Permintaan keterangan merupakan salah satu
prosedur yang penting untuk dilakukan disebabkan dapat dijadikan tambahan
untuk prosedur lainnya. Prosedur ini dapat berupa pertanyaan secara tertulis
maupun pertanyaan secara lisan.
Bukti audit yang didapat akan didokumentasikan dalam kertas kerja
pemeriksaan audit (working papers). Menurut Standar Audit Seksi 339 Paragraf 03
Kertas kerja adalah catatan-catatan yang dibuat oleh auditor mengenai prosedur
audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang
diperolehnya dan kesimpulan yang dibuatnya sehubungan dengan audit.
Adapun tujuan umum dari penggunaan kertas kerja menurut SA 339 adalah
membantu auditor untuk mendukung pendapat atas laporan keuangan serta
merupakan bukti bahwa auditor telah melaksanakan audit yang memadai. Selain
itu, kertas kerja audit merupakan dasar untuk perencanaan audit berikutnya, catatan
mengenai bukti audit yang telah dikumpulkan dan hasil dari pengujian, dan dasar
penelaahan bagi supervisor dan partner. Kertas kerja audit umumnya
diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu : - File Permanen (Permanent File)
File ini berisikan data historis dan data yang bersifat berkelanjutan yang berlaku
dari tahun ke tahun. File permanen umumnya meliputi :
a. Ringkasan atau copy dari dokumen-dokumen yang berkelanjutan seperti
akta pendirian usaha, struktur organisasi, kontrak tenaga kerja dan lan
sebagainya
b. Analisis prosedur tahun sebelumnya yang sangat berguna bagi auditor untuk
memutuskan ada perubahan tidak biasa dalam saldo akun selama tahun
berjalan.
c. Dokumentasi pengendalian internal, seperti checklist yang digunakan
sebagai langkah awal untuk mendokumentasikan pemahaman auditor atas
pengendalian internal. - File Tahun Berjalan (Current File)
File tahun berjalan mencakup semua informasi dan data yang terkait dengan
penugasan audit dalam tahun berjalan. File tahun berjalan umumnya meliputi :
a. Rencana dan program audit
Rencana audit berisikan strategi yang akan dijalankan auditor selama
melakukan proses audit. Dokumen ini menguraikan pemahan auditor
mengenai risiko audit potensial klien yang berupa kerangka kerja dasar
tentang sumber daya audit akan dialokasikan ke berbagai bagian penugasan,
sedangkan prosedur audit akan dilaksanakan oleh auditor.
b. Neraca Saldo Periode Berjalan
Neraca saldo ini akan menghubungkan angka-angka yang terdapat pada
laporan keuangan dengan kertas kerja audit
c. Jurnal penyesuaian
Jurnal penyesuaian dibuat untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam
catatan klien.
