Teori sinyal / signaling adalah teori untuk mempelajari Tindakan dari
manajemen perusahaan dalam memberikan informasi kepada para investor yang
kemudian akan mempengaruhi keputusan dan pandangan investor terhadap kondisi
perusahaan (Suganda, 2018). Informasi yang didapatkan oleh investor dapat dibagi
menjadi 2 macam yaitu sinyal baik dan sinyal buruk, sinyal yang baik dapat
dicontohkan seperti jika laba perusahan mengalami kenaikan ini merupakan sinyal
baik bagi para investor sedangkan jika laba di laporkan menurun hal ini merupakan
sinyal buruk bagi investor. Sinyal ini merupakan informasi yang sangat penting
karena memberikan gambaran dan keterangan dari perusahaan baik masa kini, masa
lalu maupun masa yang akan datang untuk kelangsungan perusahaan. Informasi
relevan, lengkap, akurat, serta tepat waktu diperlukan oleh investor untuk
menganalisis dan mengambil keputusan investasi.
Menurut (Yanti & Abundanti, 2019) teori signaling mengasumsikan bahwa
informasi yang didapatkan dari masing-masing pihak itu berbeda. Teori ini
menunjukan bahwa terdapat asimetri informasi antara pihak manajemen
perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan informasi tersebut. Pihak
yang berkepentingan bisa mendapat kan informasi melalui laporan keuangan yang
diterbitkan. Teori ini secara terperinci menjelaskan bahwa bahwa pihak yang berada
didalam lingkungan perusahaan seperti manajer dan direktur biasanya memiliki
informasi yang lebih bagus dan tepat tentang keadaan perusahaan dibandingakan
dengan pihak diluar lingkungan perusahaan seperti investor, kreditur dan
pemerintah(Ghozali, 2020)
