Return normal merupakan return yang seharusnya diperoleh jika
tidak terjadi suatu peristiwa. Untuk menghitung return normal terdapat
beberapa model yang dapat digunakan yaitu: 1) Model tanpa sesuaian resiko
meliputi mean adjusted model, market adjusted model, dan /random-walk
model, 2) Model sesuaian risiko meliputi market model, CAPM model, zero
beta market, model varian/variance model, model indeks jamak/multi index
model, 3) Model control portofolio model . Penelitian ini menggunakan model
CAPM/CAPM model dengan pertimbangan model ini mengestimasi
menggunakan risiko pasar untuk mempertimbangkan return yang
ekspektasinya.
Abnormal return merupakan selisih dari return yang sesungguhnya
terjadi terhadap return normal. Beberapa cara menghitung abnormal return,
yaitu: 1) Return abnormal selisih antara return sesungguhnya dengan return
ekspektasian, 2) Average abnormal return/ rerata return tak normal dilakukan
secara keseluruhan sekuritas secara cross-sectional, 3) Cumulative abnormal
return yakni penjumlahan return tak normal hari sebelumnya di dalam periode
pengamatan untuk masing-masing saham.
