Studi Peristiwa


Studi peristiwa merupakan suatu studi perisiwa sebagai studi yang
melibatkan perilaku harga sekuritas sekitar waktu suatu kejadian atau
pengumuman informasi (Bowman, 1983). Studi peristiwa banyak diteliti karena
mengukur langsung pengaruh peristiwa terhadap harga saham perusahaan saat
terjadinya peristiwa. Suatu peristiwa mengandung informasi, ditunjukkan
dengan oleh adanya abnormal return. Semakin besar kejutan yang diberikan,
semakin besar pula reaksi pasar. Apabila pasar bereaksi terhadap peristiwa
return tak normal akan diperoleh signifikan berbeda dengan nol (Hartono,
2018). Suatu informasi dianggap sebagai kabar baik atau kabar buruk, jika
informasi tersebut mengandung nilai ekonomis meningkatkan (menurunkan)
nilai perusahaan, maka akan dikategorikan sebagai kabar baik atau buruk.
Studi peristiwa terdiri dari periode jendela (window period) yakni
periode terjadinya peristiwa dan pengaruhnya, dan pengaruh estimasi
(estimation period) untuk mengestimasi return ekspektasian. Peristiwa yang
terjadi dan efek dari suatu peristiwa dapat diamati lewat jendela yang ada.
Periode jendela harus diperhatikan, sebab periode yang terlalu pendek
kemungkinan tidak akan dapat menangkap peristiwanya secara utuh. Tetapi
periode jendela yang terlalu panjang juga tidak baik, dikarenakan peristiwa
lainnya akan mengganggu karena tertangkap di jendela. Peristiwa yang
mengganggu disebut dengan confounding events atau peristiwa-peristiwa
penggangu.
Metode studi peristiwa atau event study method telah banyak
digunakan untuk memperkirakan dampak reaksi dari peristiwa tertentu. Peneliti
Adnan & Hossain (2016) meneliti reaksi harga saham akibat pengumuman
merger, Gumanti et al. (2018) meneliti reaksi pasar saham Malaysia peristiwa
kecelakaan pesawat AirAsia, Lam et al. (2019) meneliti peristiwa pengumuman
10
implementasi 3D printing pada perusahaan manufaktur, Ismail et al. (2019)
meneliti peristiwa pengumuman perevisian klasifikasi sektor bisnis dan indeks
sektoral di Bursa Malaysia, Rundengan et al. (2017) meneliti peristiwa politik
pelantikan Sri Mulyani sebagai menteri keuangan. Metode studi peristiwa
mengidentifikasi pergerakan suatu harga saham, menangkap reaksi pasar yang
tercermin dalam pengembalian saham harian.
Pada tahun 2003 juga pernah terjadi peristiwa epidemi Severe acute
respiratory syndrome (SARS) penyakit pernapasan dengan mirip gejala
pneumonia mendapat perhatian dunia pada tahun 2003. SARS berasal dari
provinsi Guangdong Cina selatan pada pertengahan November. Peneliti Chen et
al. (2007) meneliti dampak wabah SARS (penyakit saluran pernapasan masih
kelompok virus yang sama yakni coronavirus) pada kinerja stok hotel di
Taiwan, menemukan abnormal return yang negatif. Kepanikan global tentang
SARS dan liputan media yang intensif mengakibatkan respon pasar yang tidak
rasional, kepanikan dan aksi jual serta transfer saham ke saham yang lain pun
terjadi.