Agar dapat sukses dalam memasarkan suatu barang atau
jasa, setiap perusahaan harus menetapkan harganya secara tepat.
Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang
memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan,
sedangkan ketiga unsur lainnya (produk, distribusi, dan
promosi) menyebabkan timbulnya biaya (pengeluaran).
Harga mempengaruhi keputusan pembelian karena nasabah
biasanya akan membandingkan harga terlebih dahulu dan
mencari yang paling sesuai dengan kondisi finansial, selain itu
nasabah akan menilai terlebih dahulu apakah harga yang
ditawarkan sesuai dengan manfaat yang didapatkan
(Romadhoni, 2019).
- Menurut Kotler dalam sunyoto (2019:131)
Menurut Kotler dalam sunyoto (2019:131), harga adalah
sejumlah uang yang dibebankan pada suatu produk tertentu,
perusahaan menetapkan harga dalam berbagai cara. Di
dalam perusahaan kecil, harga seringkali di tetapkan oleh
manajemen puncak.
Harga juga mempunyai beberapa indikator sebagai
berikut :
a. Daftar harga produk (list price)
b. Harga produk sendiri adalah jumlah yang harus
dibayarkan oleh pelanggan untuk memperoleh suatu
produk dimana harga suatu produk memberikan
pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan atas
penjualan.
c. Rabat/diskon (discount) Diskon atau potongan harga
merupakan salah satu strategi pemasaran produk dalam
bisnis yang terbukti masih efektif hingga saat ini.
Banyak pelaku bisnis menggunakan strategi ini.
Konsumen sebenarnya tidak terlalu membutuhkan
barang tersebut, tetapi kenyataanya karena ada label
diskon membuat konsumen tersebut menjadi lupa diri.
Memang dengan strategi memberikan diskon membuat
konsumen lebih konsumtif.
d. Potongan harga khusus (allowance) Potongan harga
khusus merupakan pengurangan dari apa yang tercantum
dalam daftar harga dan diberikan kepada pelanggan
yang bersedia melakukan suatu pembelian produk yang
sudah disepakati oleh penjual. Pemberian potongan
harga khusus bisa berwujud uang atau tambahan barang
pada event tertentu.
e. Periode pembayaran (payment period) Periode
pembayaran adalah kemudahan pembayaran yang
diberikan penjual terhadap konsumennya berupa
kelongaran jangka waktu pembayaran yang dilakukan
konsumen dalam transaksi pembelian.
f. Syarat kredit (credit term) Syarat kredit adalah sistem
pembayaran secara kredit yang diberikan
produsen/penjual terhadap konsumen dalam jangka
waktu yang telah ditentukan derngan tambahan
pembayaran berupa bunga/pajak yang harus dibayarkan. - Harga Menurut Kuncoro (2021)
Harga Menurut Kuncoro (2021), harga adalah nilai tukar
suatu barang atau jasa dalam satuan uang pada suatu waktu
dan tempat tertentu.
Indikator harga menurut Kuncoro yang dapat dilihat dari
perubahan nilai tukar atau fluktuasi harga pada pasar, antara
lain:
a. Indeks Harga Saham: Indeks yang mengukur kenaikan
atau penurunan nilai saham di pasar saham. Naiknya
indeks ini menunjukkan bahwa harga saham-saham di
pasar sedang naik dan investor optimis terhadap kondisi
pasar.
b. Indeks Harga Konsumen: Indeks yang mengukur
perubahan rata-rata harga barang dan jasa yang
dikonsumsi oleh rumah tangga. Naiknya indeks ini
menunjukkan bahwa harga barang dan jasa konsumsi
meningkat, yang berdampak pada daya beli masyarakat.
c. Tingkat Inflasi: Tingkat kenaikan harga-harga umum
dalam suatu periode tertentu, misalnya setahun. Naiknya
tingkat inflasi menunjukkan bahwa harga-harga barang
dan jasa meningkat secara umum.
d. Tingkat Suku Bunga: Tingkat pengembalian yang harus
dibayar oleh peminjam atas pinjaman uang dari bank
atau lembaga keuangan. Naiknya tingkat suku bunga
dapat berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa
karena biaya produksi yang meningkat.
e. Kurs Mata Uang: Harga tukar suatu mata uang dengan
mata uang lain. Naiknya kurs mata uang dapat impor
dan ekspor suatu negara.
Sumbernya dapat ditemukan di buku “Ekonomi
Mikro: Teori, Konsep, dan Aplikasi” karya Suyanto dan
Kuncoro. - Harga Menurut Samuelson dan Nordhaus (2021)
Menurut Samuelson dan Nordhaus (2021), harga adalah
jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk memperoleh
suatu barang atau jasa. Indikator harga menurut Samuelson
dan Nordhaus yang dapat dilihat dari perubahan harga
barang dan jasa, antara lain:
a. Indeks Harga Produsen (PPI): Indeks yang mengukur
perubahan harga barang dan jasa dari sisi produsen.
Naiknya PPI menunjukkan bahwa biaya produksi barang
dan jasa meningkat, yang dapat berdampak pada harga
jual barang dan jasa.
b. Indeks Harga Konsumen (CPI): Indeks yang mengukur
perubahan harga barang dan jasa dari sisi konsumen.
Naiknya CPI menunjukkan bahwa harga barang dan jasa
konsumsi meningkat, yang berdampak pada daya beli
masyarakat.
c. Tingkat Inflasi: Tingkat kenaikan harga-harga umum
dalam suatu periode tertentu, misalnya setahun. Naiknya
tingkat inflasi menunjukkan bahwa harga-harga barang
dan jasa meningkat secara umum.
d. Tingkat Suku Bunga: Tingkat pengembalian yang harus
dibayar oleh peminjam atas pinjaman uang dari bank
atau lembaga keuangan. Naiknya tingkat suku bunga
dapat berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa
karena biaya produksi yang meningkat.
e. Nilai Tukar Mata Uang: Nilai suatu mata uang dalam
satuan mata uang lain. Naiknya nilai tukar mata uang
dapat berdampak pada harga impor dan ekspor suatu
negara
