Menurut Panggih pangestu, (2017:2) Preferensi adalah pilihan,
kecenderungan, kesukaan, atau hak untuk didahulukan dan diutamakan
dari pada yang lain. Preferensi konsumen merupakan pilihan suka atau
tidak suka oleh seseorang terhadap produk yang dikonsumsi. Preferensi
konsumen juga merupakan nilai-nilai yang diperhatikan konsumen
dalam menentukan sebuah pilihan.
Menurut Tjiptono (dalam Wartaka & Sumardjono, 2020) preferensi
konsumen erat kaitannya dengan penilaian kepuasan atau ketidakpuasan
konsumen terhadap produk atau jasa pada perusahaan tertentu dalam
mengevaluasi tingkat kepuasan terhadap produk. Terdapat beberapa
indikator yang sering digunakan, antara lain:
a. Kinerja (performance)
Sesuatu yang diidentifikasikan dari aspek kemanfaatan dasar
dari produk tersebut apakah sesuai dengan harapan oleh orang
menggunakan atau memanfaatkan produk tersebut. Karakteristik
kinerja produk yang dibeli, seperti produk yang dibeli praktis untuk
dibawa.
b. Fitur (features)
Merupakan karakteristik sekunder atau pelengkap, seperti
tekstur yang halus, desain kemasan dan bentuk yang menarik, serta
harga yang murah.
c. Keandalan (reliability)
Merupakan kemungkinan kecil produk yang digunakan akan
mengalami kerusakan, seperti produk yang dikonsumsi tidak sering
rusak atau tidak dapat dikonsumsi lagi.
d. Kesesuaian dengan spesifikasi (confomance to specification)
Yaitu bagaimana ciri desain dan bentuk produk
dipertahankan, serta standar yang sesuai dengan ketentuan yang ada.
e. Daya tahan (durability)
Yang berarti umur produk tersebut bertahan sampai
waktunya harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian
konsumen maka semakin besar juga daya tahan produk tersebut.
Berkaitan dengan berapa lama produk dapat terus digunakan,
misalnya kadaluarsa produk.
f. Kemampuan pelayanan (service ability)
Adalah kelengkapan fitur suatu produk atau jasa yang
memiliki kemampuan untuk memberikan kepuasan terhadap suatu
kebutuhan. Berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kenyamanan,
dan kemudahan.
g. Estetika (aesthetics)
Merupakan faktor yang menjadi daya tarik produk terhadap
panca indera, seperti bentuk fisik, warna dan model. Contoh nilai
estetika adalah apabila kita melihat suatu pemandangan, menonton
sebuah pentas pertunjukan, atau merasakan makanan, nilai estetika
bersifat subjektif pada diri yang bersangkutan.
h. Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality)
Merupakan citra dan reputasi produk, seperti merek, serta
tanggung jawab perusahaan terhadapnya. Dan persepsi konsumen
terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk.
