Aktivitas Green Supply Chain Management


Kinerja merupakan kemampuan kerja yang diperlihatkan oleh hasil kerja. Kinerja
perusahaan adalah sesuatu yang dihasilkan perusahaan dalam masa periode tertentu dengan
merujuk pada standar yang telah ditentukan. Kinerja usaha merujuk pada seberapa banyak
perusahaan berorientasi pada pasar serta tujuan keuntungan (Rahadi, 2012). Kemudian dijelaskan
pula oleh (Pujawan dan Mahendrawathi, 2010) Supply chain merupakan jaringan perusahaan-
perusahaan yang secara bersama-sama untuk menciptakan dan mengantarkan suatu produk ke
tangan pemakai akhir.
Adapun aktivitas-aktivitas yang tercakup dalam sebuah rantai pasokan: Ninlawan (2010)
menjelaskan terdapat beberapa fungsi operasional dan aktivitas-aktivitas dalam GSCM
diantaranya:
a. Pengadaan hijau (Green Procurement) Pengadaan hijau berkaitan dengan keadaan
lingkungan pembelian yang terdiri dari keterlibatan dalam kegiatan pengurangan pembelian,
pemakaian ulang dan daur ulang bahan pada proses pembelian. Pengadaan hijau adalah salah
suatu solusi untuk lingkungan dan ekonomi konservatif bisnis dan konsep memperoleh
pilihan produk dan jasa yang meminimalkan dampak lingkungan. Adapun kegiatan-kegiatan
dalam pengadaan hijau antara lain :

  1. Pemilihan supplier. Dalam sistem pengadaan hijau, pemasok tempat pembelian bahan
    hanya dari “mitra hijau” yang memiliki standar mutu lingkungan dan lulus proses audit
    serta mempertimbangkan pemasok yang mendapatkan ISO dan sertifikat terkait prestasi
    dalam konsep green.
  2. Mempromosikan kegiatan daur ulang dalam usaha meningkatkan kesadaran lingkungan
    dan mengurangi penggunaan bahan yang berbahaya bagi lingkungan.
    Sedangkan menurut Salam (2008) Green Procurement didefinisikan sebagai pembelian
    lingkungan yang terdiri dari keterlibatan dalam kegiatan yang meliputi pengurangan,
    penggunaan kembali dan daur ulang bahan dalam proses pembelian. Selain pengadaan hijau
    merupakan solusi untuk bisnis yang peduli lingkungan dan 14 ekonomi konservatif, dan konsep
    memperoleh pilihan produk dan layanan yang meminimalkan dampak lingkungan. Temuan
    dalam kegiatan green procurement disajikan: pemilihan Supplier:
  3. Bahan pembelian yang memenuhi standar kualitas lingkungan mitra hijau dan lulus
    proses audit dalam mengikuti peraturan untuk zat yang berhubungan dengan lingkungan.
  4. Mempertimbangkan pemasok yang memperoleh ISO14000, OHSAS18000 dan / atau
    RoHS arahan.
  5. Memilih pemasok yang mengontrol zat berbahaya dalam daftar standar perusahaan dan
    memperoleh prestasi sertifikat hijau.
    b. Manufaktur hijau (Green Manufacturing) Manufaktur hijau merupakan proses produksi yang
    menggunakan input dengan dampak lingkungan yang rendah, sangat efisien dan
    menghasilkan sedikit bahkan tidak adanya limbah atau polusi. Manfaat dari penerapan
    manufaktur hijau yaitu dapat menurunkan biaya bahan baku, keuntungan efisiensi produksi
    dan meningkatkan citra perusahaan.
    Sementara itu Ginmine (2015) menjelaskan Green Manufacturing adalah sistem yang
    mengintegrasikan produk dan masalah desain proses dengan masalah manufaktur, perencanaan
    dan pengendalian sedemikian rupa untuk mengidentifikasi, mengukur, menilai dan mengelola
    aliran limbah lingkungan dengan tujuan mengurangi dan akhirnya mengurangi lingkungan
    dampak sementara juga mencoba untuk memaksimalkan sumber daya efisiensi temuan dalam
    kegiatan manufaktur hijau dari produsen adalah :
  6. Pengontrolan penggunaan zat berbahaya, pemeliharaan kualitas air dan kontrol kualitas
    input sebelum pengolahan.
  7. Teknologi efisiensi energi yaitu dengan mengurangi daya konsumsi dalam produk,
    meningkatkan masa hidup produk untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas,
    meningkatkan kapasitas mesin,desain produk, dan lain-lain.
  8. Mempromosikan penggunaan kembali/ daur ulang, meningkatkan kesadaran lingkungan
    dan mengurangi penggunaan bahan yang berbahaya bagi lingkungan.
    c. Distribusi hijau (Green Distribution) Kegiatan dalam distribusi hijau yaitu kemasan hijau dan
    logistik hijau.
  9. Kemasan hijau, meliputi hemat kemasan, menggunakan bahan yang ramah lingkungan,
    bekerja sama dengan vendor untuk standarisasi kemasan, meminimalkan penggunaan
    bahan dan waktu untuk membongkar dan mempromosikan program daur ulang.
  10. Logistik hijau, meliputi pengiriman langsung ke pengguna situs, penggunaan kendaraan
    bahan bakar alternatif dan mendistribusikan produk dalam batch besar.
    d. Logistik balik (Reverse Logistic) Logistik balik merupakan proses mengambil produk dari
    konsumen akhir untuk tujuan meningkatkan nilai dan pembuangan yang tepat. Kegiatan-
    kegiatan dalam logistik balik antara lain pengumpulan, gabungan inspeksi/ pemilihan/
    penyortiran, pemulihan, redistribusi dan pembuangan