Evolusi Green Supply Chain Management


Supply chain juga bisa didefinisikan sebagai suatu jaringan organisasi yang menyangkut
hubungan antara upstreams dan downstreams dalam proses dan kegiatan yang berbeda yang
menghasilkan nilai yang terwujud dalam barang dan jasa di tangan ultimate user (Indrajit dan
Djoko Pranoto, 2002). Supply chain management dapat mengintegrasikan praktek pengelolaan
lingkungan ke dalam seluruh manajemen rantai pasokan dalam rangka mencapai Green Supply
Chain management dan mempertahankan keunggulan yang kompetitif dan juga untuk
meningkatkan keuntungan bisnis dan tujuan pangsa pasar.
Menurut Seman., et al (2012) mendefinisikan Green Supply Chain Management sebagai
pengelolaan yang berkisar dari green purchasing hingga rantai pasokan yang terintegrasi mulai
dari pemasok, ke pabrik, ke pelanggan dan reverse logistics, yang “menutup loop”. Pendapat ahli
lain juga mengungkapkan, Green Supply Chain Management adalah suatu pengintegrasian
pemikiran lingkungan ke dalam manajemen rantai pasokan, termasuk desain produk, bahan
sumber dan seleksi, proses manufaktur, pengiriman final produk kepada konsumen serta
manajemen end-of-life produk setelah masa pemanfaatannya (Srivastava, 2017). Green Supply
Chain Management sebagai proses menggunakan input yang ramah lingkungan dan mengubah
input tersebut menjadi keluaran yang dapat digunakan kembali pada akhir siklus hidupnya
sehingga menciptakan Rantai Pasok yang berkelanjutan (Penfield et al, 2017)