Supply Chain Management (SCM) adalah gambaran koordinasi
dari keseluruham rantai pasokan, dimulai dari bahan baku dan diakhiri
dengan pelanggan yang puas. Dengan demikian rantai pasokan
mencakup pemasok, perusahaan manufaktur/penyedia jasa, dan
perusahaan distributor, grosir/pengecer yang mengatarkan produk atau
jasa ke konsumen akhir (Heizer dan Render, 2015). Tidak jauh berbeda
dengan Schroeder (2007), manajemen rantai pasokan atau Supply Chain
Management merupakan perencanaan desain dan kontrol aliran
informasi dan material dalam rantai pasokan untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan secara efisien sekarang dan di masa yang akan datang.
Menurut Heikkilä, J. (2002) “SCM is a set of practices aimed at
managing and co-ordinating the supply chain from raw material
suppliers to the ultimate customer. The objective of SCM is to improve
the entire process rather than focusing on local optimization of
particular business units”. Tujuan dari manajemen rantai pasokan adalah
mengkoordinasikan kegiatan dalam rantai pasokan untuk
memaksimalkan keunggulan kompetitif dan manfaat dari rantai pasokan
bagi konsumen akhir.
Supply Chain Management sebagai pengelolaan dari berbagai
jaringan fasilitas dan orang-orang yang mendapatkan bahan baku dari
luar organisasi dan mengubahnya menjadi produk lalu
mendistribusikannya ke konsumen (Bateman, Thomas dan Snell, 2008).
Sedangkan menurut Cahyono (2005) supply chain management
merupakan mekanisme atau konsep untuk meningkatkan produktivitas
total perusahaan dalam rantai pasokan melalui optimalisasi lokasi, waktu
dan aliran kuantitas. Penerapan manajemen rantai pasokan dimasa
sekarang ini sangat cocok diterapkan, karena sistem ini memiliki
kelebihan dimana mampu memanage aliran barang atau produk dalam
suatu rantai pasokan (Paoki, dkk. 2016).
Menurut Stock dan Lambert (2001) proses bisnis supply chain
management memerlukan aktifitas utama meliputi: manajemen
hubungan dengan konsumen, manajemen pelayanan konsumen,
manajemen permintaan, pemenuhan order, manajemen aliran
manufaktur, pembelian, pengembangan dan komersialisasi produk, dan
tingat pengembalian. Berdasarkan definisi yang dipaparkan oleh pakar,
Manajemen Rantai Pasokan merupakan jaringan kerja dalam pengadaan
dan penyaluran bahan baku dari pemasok hingga sampe ke tangan
konsumen akhir dengan mengkordinasikan arus informasi, arus barang
dan arus modal antar rantai. Tujuan dari manajemen rantai pasokan yang
telah dipaparkan oleh para ahli adalah untuk menciptakan efektifitas dan
efisiensi mulai dari supplier, manufacture, warehouse dan store.
Supply Chain Management berfokus pada mengintegrasikan dan
mengelola aliran barang, jasa, dan informasi melalui rantai suplai untuk
membuatnya responsif terhadap kebutuhan pelanggan sambil
menurunkan total biaya dan manajemen rantai pasokan juga berfokus
pada manajemen proses di dalam dan di luar batas-batas organisasi
(Chopora, Shweta, dkk. 2017). Jika tidak ada koordinasi antara pihak-
pihak yang terlibat akan mengakibatkan kerugian, sehingga dibutuhkan
keterbukaan antar rantai agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
