Alternatif dalam Manajemen Risiko


Beberapa alternatif bisa dipilih untuk mengelola risiko yang dihadapi,
yaitu (Hanafi, 2016) :

  1. Penghindaran Risiko (Risk Avoidance).
    Jika memungkinkan, risiko yang tidak perlu, risiko yang bisa
    dihilangkan tanpa ada pengaruh negatif terhadap pencapaian tujuan, bisa
    dihindari. Misalkan saja perusahaan mempunyai dua pilihan untuk
    gudangnya, satu di daerah rawan banjir, yang lainnya di daerah aman
    banjir. Jika segala sesuatunya sama (misal harga sewanya sama),
    perusahaan seharusnya memilih gudang yang di daerah aman banjir.
    Dalam kebanyakan situasi, risiko tidak bisa dihindari. Perusahaan secara
    sengaja melakukan aktivitas bisnis tertentu untuk memperoleh
    keuntungan. Dalam melakukan aktivitas bisnis tersebut, perusahaan
    menghadapi risiko yang berkaitan dengan aktivitas tersebut. Karena itu
    risiko semacam itu tidak bisa dihindari.
  2. Pengendalian Risiko (Risk Cintrol).
    Untuk risiko yang tidak bisa dihindari, organisasi perlu melakukan
    pengendalian risiko. Dengan menggunakan dua dimensi, probabilitas dan
    severity, pengedalian risiko bertujuan untuk mengurangi probabilitas
    munculnya kejadian, mengurangi tingkat keseriusan (severity), atau
    keduanya. Agar bisa mengendalian risiko lebih baik, pemahaman
    terhadap karakteristik risiko diperlukan.
  3. Penanggungan atau Penahanan Risiko (Risk Retention).
    Alternatif lain dari manajemen risiko adalah perusahaan menanggung
    sendiri risiko yang muncul (menahan risiko tersebut atau risk retention).
    Jika risiko benar – benar terjadi, perusahaan tersebut harus menyediaakan
    dana untuk menanggung risiko tersebut.
  4. Pengalihan Risiko (Risk Transfer).
    Alternatif lain dari manajemen risiko adalah memindahkan risiko ke
    pihak lain (mentransfer risiko ke pihak lain). Pihak lain tersebut biasanya
    mempunyai kemampuan yang lebih baik untuk mengendalikan risiko,
    baik karena skala ekonomi yang lebih baik sehingga bisa
    mendiversifikasikan risiko lebih baik, atau karena mempunyai keahlian
    untuk melakukan manajemen risiko lebih baik.