Sumber penyebab kerugian (risiko) dapat diklasifikasikan sebagai berikut
(Darmawi, 2014) :
- Risiko Sosial.
Sumber utama risiko adalah masyarakat, artinya tindakan orang –
orang menciptakan kejadian yang menyebabkan penyimpangan yang
merugikan dari harapan kita. Sulit jika tidak mungkin untuk
mendaftarkan segala penyebab kerugian yang bersifat sosial ini, tetapi
beberapa contoh dapat menggambarkan sifat dan peranan sumber risiko
ini. dengan berkembangnya toko – toko swalayan, maka tokowan
menghadapi risiko besarnya pencurian (shopliffting). Akan tetapi, tidak
semua pencuri itu adalah orang luar melainkan juga penggelapan dan
penyalahgunaan oleh pegawainya sendiri.
Vandalisme (perusakan) merupakan sumber risiko bagi pemilik
gedung. Rumah – rumah yang pemiliknya pergi berlibur dan mobil –
mobil yang di parkir di jalan merupakan sasaran empuk para perusak ini.
ribuan rumah terbakar karena arson (membakar rumah sendiri untuk
menagih asuransi) setiap tahun. Huru – hara (riot) semakin menjdi – jadi
akhir – akhir ini. para perusuh itu merampas toko – toko dan merusak
segala macam harta. Pemogokan kadang – kadang menjurus ke
kekerasan yang menimbulkan banyak kerusakan harta dan juga cidera
badan atau kematian. Pemogokan juga menyebabkan kerugian produksi
sampai jutaan dollar. Pemogokan yang lama dapat menyebabkan
kerugian besar dan bahkan menyebabkan bangkrutnya perusahaan.
Orang – orang dapat menyebabkan kecelakaan yang menciderai diri
mereka sendiri dan/atau orang lain sehingga menyebabkan kerusakan
harta dan jiwa yang besar. - Risiko Fisik.
Ada banyak sumber risiko fisik yang sebagainya adalah fenomena
alam, sedangkan lainnya disebabkan kesalahan manusia. Banyak risiko
yang kompleks sumbernya tetapi termasuk terutama kategori fisik,
contohnya antara lain,
Kebakaran, kebakaran adalah penyebab utama cidera, kematian dan
kerusakan harta. Kebakaran besar dapat disebabkan oleh alam seperti
petir, atau oleh penyebab fisik seperti kabel yang cacat, atau karena
keteledoran manusia.
Cuaca, iklim adalah risiko yang serius. Kadang – kadang hujan terlalu
banyak sehingga panen kena banjir dan sungai meluap. Banjir terjadi
setiap tahun. Yang berubah hanyalah lokasinya, malahan kadang –
kadang berulang pada lokasi yang sama. Banjir menimbulkan kerugian
jiwa dan jutaan dollar kerusakan harta. Sebaliknya kekeringan juga
menyebabkan kerugian besar karena kerusakan panen dan juga rusaknya
tanah bila disertai angin. Badai salju juga menghancurkan panen dan
kerusakan harta yang serius.
Petir, menyebabkan kebakaran yang selanjutnya meusakkan harta,
membunuh atau menciderai orang.
Tanah longsor, telah umum menjadi sumber kerusakan harta. Semakin
padatnya daerah kota maka semakin banyak rumah dibangun di atas
tanah yang labil. Dengan bergesernya tanah maka rumah – rumah pun
rusak dan hancur. Salah satu sumber malapetaka yang mengerikan yang
mendatangkan kerusakan harta dan kerugian jiwa adalah gempa bumi. - Risiko Ekonomi.
Banyak risiko yang dihadapi perusahaan itu bersifat ekonomi. Contoh
– contoh risiko ekonomi adalah inflasi, fluktuasi lokal, dan
ketidakstabilan perusahaan individu, dan sebagainya.
Selama periode inflasi, daya beli uang merosot dan para pensiunan serta
mereka yang berpenghasilan tetap tidak mungkin lagi mempertahankan
tingkat hidup yang biasa.
Bahkan dalam periode ekonomi yang relatif stabil, daerah – daerah
tertentu mungkin mengalami boom atau resesi. Keadaan ini
menempatkan orang – orang dan pengusaha pada risiko yang sama
dengan risiko pada fluktuasi umum kegiatan ekonomi.
Keadaan masing – masing perusahaan itu tidak stabil. Ada yang
sukses dan ada yang gagal. Para pemilik perusahaan kehilangan sebagian
dan seluruh investasinya dan para pekerja terancam pengangguran bila
perusahaan pailit
