Gaya kepemimpinan transaksional memiliki perbedaan dengan gaya
kepemimpinan transformasional. Dapat dikatakan antara kedua gaya
kepemimpinan ini, yaitu gaya kepemimpinan transformasional dan gaya
kepemimpinan transaksional memiliki karakteristik sangat berlawanan, Menurut
Burns (1978) dalam Zagorsek (2009) bahwa pada kepemimpinan transaksional
terdapat antara pemimpin dengan karyawan yang didasarkan pada serangkaian
aktivitas tawar menawar antar keduanya. Maksdunya adalah bahwa dalam gaya
kepemimpinan transaksional, seorang pimpinan mendorong karyawannya untuk
bekerja dengan menyediakan sumberdaya dan penghargaan sebagai imbalan
untuk motivasi, produktivitas dan pencapaian tugas yang efektif.
Kemudian Bass menambahkan juga bahwa gaya kepemimpinan
transaksional merupakan kepemimpinan di mana pimpinan menentukan apa
yang harus dikerjakan oleh karyawan agar mereka dapat mencapai tujuan
mereka sendiri atau organisasi membantu karyawan agar memperoleh
kepercayaan dalam mengerjakan tugas tersebut. Pimpinan membantu karyawan
untuk mengidentifikasi tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil, misalnya
output yang lebih berkualitas, penjualan yang lebih, pengurangan biaya produksi
dan memastikan karyawan memiliki sumber daya yang diperlukan, Ivancevich,
et.al. (2007:213). Jadi, gaya kepemimpinan transaksional dapat diartikan sebagai
perilaku pemimpin yang memfokuskan perhatiannya pada transaksi interpersonal
antara pemimpin dengan anggota yang melibatkan hubungan pertukaran.
Pertukaran tersebut didasarkan pada kesepakatan mengenai klarifikasi sasaran,
standar kerja, penugasan kerja, dan penghargaan.
Berdasarkan pada penjelasan-penjelasan tersebut di atas, bahwa gaya
kepemimpinan transaksional memiliki tiga point penting dalam
kepemimpinannya, antara lain sebagai berikut.
a) Pimpinan mengetahui apa yang diinginkan karyawan dan menjelaskan apa
yang akan mereka dapatkan apabila pekerjaan yang dilakukan dengan
sesuai dengan harapan organisasi.
b) Pimpinan melakukan transaksi kepada karyawan berupa usaha-usaha
mereka dengan imbalan.
c) Pimpinan bersikap tanggap terhadap kepentingan-kepentingan anggota yang
berkenaan dengan pekerjaan.
Ketiga point tersebut yang kemudian dapat mengidentifikasikan
karakteristik dari gaya kepemimpinan transaksional sehingga akan memberikan
pengaruh terhadap organisasi. Pengaruh yang diberikan oleh gaya
kepemimpinan transaksional transformasional dan gaya kepemimpinan
transaksional pada seorang pimpinan pada akhirnya akan menunjukkan gaya
kepemimpinan mana yang akan memberikan pengaruh lebih besar terhadap
organisasi. Oleh seba itu perlu adanya dilakukan penelitian mengenai kedua
gaya kepemimpinan ini
