Pengukuran Kepuasan Konsumen


Kepuasan konsumen dapat diketahui (Kotler dan Keller, 2012)
antara lain melalui:

  1. Sistem keluahan dan saran. Dengan cara membuka kotak saran dan
    menerima keluhan, saran, kritik oleh oleh langganan atau bisa juga
    disampaikan melalui kertu informasi, customer hot line.
  2. Survei kepuasan konsumen. Biasanya penelitian mengenai kepuasan
    konsumen dilakukan melalui pos, telepon atau wawancara pribadi atau
    bisa juga si perusahaan mengirimkan angket ke orang-orang tetentu.
  3. Pembeli bayangan. Dalam hal ini perusahaan menyuruh orang-orang
    tetentu untuk membeli ke perusahaan lain, sehingga pembeli misteius
    ini dapat melaporkan keunggulan dan kelemahan pelayan-pelayan yang
    melayani.
  4. Analisis konsumen yang beralih. Perusahaan yang kehilangan
    langganan mencoba untuk menghubungi konsumen dan dibujuk kenapa
    mereka berhenti, pindah ke perusahaan dan lain-lain.
    Lima cara untuk mengukur kepuasan konsumen (Randall, 2001)
    antara lain:
  5. Keluhan
    Melalui keluhan perusahaan, perusahaan dapat mempelajari banyak hal.
    Menurut hasil penelitian konsumen yang merasa tidak puas tetapi tidak
    mengeluh jarang melakukan pembelian ulang.
  6. Telepon/Intenet
    Perusahaan menawarkan telepon bebas pulsa untuk konsumen yang
    ingin mengeluh, sehingga konsumen dapat langsung menghubungi
    perusahaan melalui intenet.
  7. Survei
    Survei ada yang bisa diisi langsung oleh konsumen atau berbentuk
    penelitian pemasaran konvensional.
  8. Mystery Shoppers
    Orang yang dipekerjakan membeli produk sama halnya dengan
    konsumen, kemudian mereka memberikan laporan lengkap mengenai
    unsur-unsur dari produk tersebut.
  9. Analisis konsumen hilang
    Melakukan wawancara dengan konsumen atau melalui survei