Timing Memasuki Pasar Produk Baru


Menurut Tjiptono (2017:350) terdapat delapan faktor yang perlu
dianalisis secara komprehensif agar timing memasuki pasar bisa ‘optimal’
diantaranya :
1) Kepastian preferensi pelanggan. Semakin kecil tingkat ketidakpastian
preferensi pelanggan, semakin besar kemungkinan berhasilnya strategi
pionir atau early entry.
2) Tingkat penyempurnaan teknologi baru dibandingkan teknologi lama.
Apabila teknologi baru menawarkan perbaikan dramatis atas teknologi
sebelumnya atau teknologi berbeda yang berfungsi serupa, Pelanggan
akan lebih mudah dan cepat menerimanya.
3) Karakteristik teknologi pendukung. Teknologi pendukung yang telah
mapan menunjang keberhasilan strategi early entry, sementara teknologi
penunjang yang relatif lemah cenderung membuka peluang bagi
perusahaan yang melakukan ‘wait and see’.
4) Karakteristik produk komplementer. Apabila inovasi perusahaan
membutuhkan produk komplementer yang belum tersedia di pasar dan
perusahaan bersangkutan belum mampu mengembangkan komplementer
tersebut, maka peluang keberhasilan startegi early entry bakal tipis.
5) Ancaman pendatang baru. Apabila hambatan masuk relatif besar atau
hanya ada sedikit pesaing potensial yang bakal mampu memasuki pasar,
maka perusahaan bisa menanti sampai customer requirement dan
teknologi relatif mapan. Namun, jika ancaman pendatang baru relatif
besar, maka perusahaan perlu masuk lebih cepat dalam rangka
membangun citra merek, meraih pangsa pasar, menjalin relasi dengan
pemasok dan distributor.
6) Kemungkinan mendapatkan ‘increasing returns to adoption’. Jika
peluang untuk hal itu besar, maka early-entry merupakan pilihan paling
ideal.
7) Ketersediaan dan akses sumber daya organisasi. Sumber daya finansial
dan SDM mutlak dibutuhkan dalam rangka menunjang keberhasilan
strategi early-entry, terutama dalam mendanai biaya riset dan
pengembangan, mengakomodasi slow market take off, dan
mengakselerasi penerimaan pasar (misalnya : melalui program edukasi
pelanggan, pengembangan jaringan pasokan dan distribusi, serta
pengembangan produk komplementer).
8) Reputasi dan kredibilitas perusahaan. Perusahaan yang bereputasi bagus
akan mampu memacu proses adopsi lebih cepat dibandingkan
perusahaan yang reputasinya kurang bagus. Reputasi bagus bisa menjadi
signal kuat akan peluang kesuksesan teknologi baru yang ditawarkan