Dampak Digital Marketing Terhadap Ekuitas Merek E-CommerceShopee Indonesia


Ekuitas merek dapat memberikan nilai pada pelanggan dengan
memperkuat proses informasi yang diberikan pelanggan pada
perushaaan, rasa percaya pelanggan pada perusahaan dalam pembelian
dan pencapaian keputusan pembelian pada suatu toko online ataupun
offline. Ekuitas merek juga memberikan nilai pada perusahaan dengan
memperkuat efisiensi dan efektifitas dalam bidang pemasaran, brand
loyalty, harga/laba, dan peningkatan perdagangan dan keuntungan.
Maka dapat disimpulkan dari pernyataan diatas bahwa dengan
memperkuat ekuitas merek suatu perusahaan akan memberikan nilai
positif yang cukup kuat bagi pelanggan juga perusahaan tersebut.
Ekuitas merek juga menjadi salah satu hal yang menjadi pertimbangan
bagi pembeli dalam memutuskan pembeliannya pada suatu toko.
Menurut Chaffey dan Chadwich (2016:6) mengatakan digital
marketing adalah suatu bidang promosi yang cukup menarik untuk
dilakukan karena dapat memberikan banyak peluang dan tantangan baru
setiap tahun, bulan, bahkan setiap harinya pada pelaku bisnis tersebut.
Chaffey dan Chadwich (2016:11) mengatakan pengertian singkat dari
digital marketing adalah mencapai tujuan pemasaran melalui teknologi
dan media. Jika dijabarkan dapat di artikan, digital marketing
merupakan tempat untuk mencapai suatu tujuan pemasaran melalui satu
media elektronik ataupun lebih untuk menimbulkan banyak peluang
bagi produk dan meningkatkan penjualan jika bisa menggunakannya
secara baik. Agar hal tersebut dapat memberikan keuntungan untuk
pelaku bisnis juga pada konsumen.
Menurut Wibowo dan Priansa (2017:182) social media
marketing memungkinkan perusahaan untuk memahami lebih baik
tentang kebutuhan pelanggan agar tercipta hubungan yang lebih efektif
dan efisien. Jadi perusahaan harus mampu menyampaikan juga
mempengaruhi khalayak ramai dengan informasi dari promosi yang
disampikan, sehingga para masyarakat pun akan lebih banyak lagi
membicarakan hal tersebut. Dengan adanya social media marketing ini
akan lebih memudahkan perusahaan menyampaikan informasi dari suatu
produk secara luas pada masyarakat. Sehingga dengan dimudahkannya
dalam bidang pemasaran ini, perusahaan harus mengemas informasi
menjadi konten yang menarik dan hits yang mengikuti tren pada
masanya agar masyarakat lebih mudah memahami. Menurut Heuer
dalam solis (2011:224) terdapat 4C dalam penggunaan media sosial,
sebagai berikut :

  1. Context (Konteks)
    Perusahaan harus lebih memperhatikan penggunaan bahasa maupun
    pesan yang akan disampaikan juga kejelasan pemilihan kata-kata
    yang baik agar lebih mudah dipahami dan menarik bagi siapa saja
    yang melihat konten iklan tersebut. Ketika membuat konten pun
    perusahaan harus tahu apa yang saat itu sedang viral atau hits agar
    konten iklan dapat menarik dan membuat konsumen yang melihat
    tertarik untuk melanjutkan melihat iklan tersebut. Sehingga
    informasi yang di sampaikan dalam konten iklan dapat tersampaikan
    dengan baik kepada para konsumen yang melihat konten tersebut.
    membuat konten iklan pun tidak asal tetapi harus ada kejelasan
    skenario dalam iklan tersebut agak lebih jelas lagi dan meanrik
    minat konsumen ketika melihatnya.
  2. Communication (Komunikasi)
    Perusahaan harus bisa membuat para pelanggan merasa nyaman,
    perusahaan dapat menyampaikan pesan dengan baik, seperti
    memberikan informasi yang up to date dan respon admin yang
    menjawab semua pertanyaan para pelanggan di media sosial
    haruslah baik. Agar pelanggan merasa bahwa perusahaan tersebut
    bisa menyampaikan pesan dan memperbaiki apa yang pelanggan
    inginkan. Pihak perusahaan juga harus memperhatikan pelayanan
    customer service pada E-Commerce agar keluhan dan kekurangan
    perusahaan menurut konsumen dapat diatasi dan tanggulangi dengan
    cepat agar konsumen merasa nyaman berbelanja pada E-Commerce
    itu. Adanya komunikasi yang baik antara perusahaan dan konsumen
    sangat penting, karena hal tersebut bisa memperbaiki suatu
    hubungan ataupun kekurangan pada aplikasi E-Commerce untuk
    kenyamanan bersama yaitu untuk perusahaan juga untuk para
    konsumen Shopee. Misalkan saja adanya kesalahan pada aplikasi
    yang terjadi eror dan konsumen tidak mengetahui informasi tersebut
    bisa saja konsumen salah paham dan akhirnya hal buruk terjadi
    konsumen berpindah berbelanja pada aplikasi E-Commerce lainnya.
  3. Collaboration (Kolaborasi)
    Perusahaan harus mampu secara langsung atau tidak membuat
    khalayak melihat postingan suatu brand dan memberikan like
    ataupun comment bahkan menyebar luaskan pada teman-temannya.
    Maka hal tersebut akan lebih efektif bagi perusahaan ataupun pelaku
    bisnis dalam menjalankan strategi digital marketing ini. Contohnya
    saja pada aplikasi E-Commerce Shopee yang memiliki program
    influencer/affiliate untuk umum. Program affiliate itu influencer
    yang membuat konten atau video tentang suatu barang yang bisa di
    dapatkan melalui belanja di Shopee, atau menyebar luaskan link
    suatu produk yang berbelanja di Shopee pada media sosial yang di
    punyai. Akan tetapi program tersebut ada beberapa syarat yang harus
    dipenuhi salah satunya teman atau pengikut pada akun media sosial
    yang di cantumkan pada formulir pendaftaran minimal 1.000 teman
    atau pengikut pada media sosialnya. Sehingga yang mengikuti
    program Shopee affiliate hanya orang-orang yang memiliki jumlah
    teman pada akunnya sebanyak 1.000 teman atau pengikut.
  4. Connection (Koneksi)
    Perusahaan harus bisa menjaga dan memelihara hubungan baik yang
    telah dibuat antara perusahaan, pelaku bisnis, dan konsumen. Hal
    tersebut sangat penting dilakukan untuk lebih mempertahankan
    kepercayaan konsumen pada perusahaan. Dengan begitu juga dapat
    menguntungkan bagi perusahaan, yaitu konsumen setia dan
    peningkatan konsumen juga transaksi pembelian pada E-Commerce
    Shopee itu sendiri. Menjaga koneksi antara pihak E-Commerce
    Shopee, pelaku bisnis yang menggunakan Shopee dalam
    pemsarannya, dan konsumen sangat penting untuk selalu di jaga dan
    dipertahankan jika sudah baik hubungan antar semua pihak tersebut.
    Memang tidak mudah untuk menjaga dan mempertahankan koneksi
    ini, akan tetapi harus tetap dilakukan dan dijaga untuk kelancaran
    masing-masing bisnis dan masing-masing kepentingan didalamnya