Jenis-Jenis Digital Marketing


Setelah memahami apa itu digital marketing dan strateginya,
selanjutnya pembahasan jenis-jenis pemasaran digital, sebagai
berikut :

  1. Berdasarkan Strategi
    Dilihat dari strategi, pemasaran digital dibagi menjadi dua,
    yaitu :
    1) Push Digital Marketing
    Push digital marketing adalah salah satu jenis yang
    metodenya menawarkan langsung produk ke pelanggan
    untuk mendapat hasil penjualan secara cepat. Biasanya
    strategi ini dilakukan pada produk baru yang belum
    terlalu dikenal, dan tujuan utamanya adalah
    untuk exposure. Beberapa contoh push digital
    marketing adalah endorsement produk dari pemilik usaha
    ke para influencer atau selebriti, email promosi dari
    sebuah produk kepada para pelanggan yang telah
    berlangganan newsletter di sebuah situs, atau broadcast
    WA untuk semua kontak yang pernah membeli produk.
    2) Pull Digital Marketing
    Berbanding terbalik dengan strategi sebelumnya,
    pada pull digital marketing promosi yang dilakukan tidak
    terlalu frontal. Iklan jenis ini biasanya dibuat sedemikian
    rupa sehingga pelanggan tertarik dan bergerak untuk
    mencari tahu lebih banyak informasi tentang produk yang
    dijual. Tujuan utama pull digital marketing adalah
    meningkatkan awareness serta loyalitas pelanggan.
    Contoh jenis pemasaran digital ini adalah konten SEO di
    sebuah situs, iklan pay per click, pemasaran di media
    sosial, liputan media, giveaway, atau promosi potongan
    harga di marketplace.
  2. Berdasarkan Media Pemasaran
    Sedangkan berdasarkan media yang digunakan, digital
    marketing dibagi menjadi 5, yaitu :
    1) Website
    Memiliki website resmi seperti sudah menjadi kewajiban
    bagi para pemilik usaha yang memutuskan untuk
    beroperasi secara online. Selain menjadi “kantor atau
    toko” digital, website juga memiliki fungsi lain yang
    tidak kalah penting yaitu sebagai media promosi. Tidak
    hanya lebih murah, promosi melalui website juga akan
    membuat pelanggan bisa lebih mengenal produk yang
    dijual perusahaan.
    2) Pay Per Click
    Salah satu jenis digital marketing ini juga memanfaatkan
    website untuk media promosi. Bedanya, promosi
    dilakukan di website lain dengan jumlah pengunjung
    besar dan populer. Bentuk iklan untuk promosi jenis ini
    biasanya berupa banner yang ketika diklik, pengunjung
    akan diarahkan pada website resmi atau marketplace
    tempat produk dijual. Inilah mengapa strateginya disebut
    pay per click (PPC). Pemilik iklan akan membayar biaya
    promosi sesuai jumlah klik yang dilakukan pengunjung.
    Iklan jenis ini juga bisa dijadikan indikator apakah
    konten yang kita buat cukup efektif sehingga pengunjung
    tertarik untuk mengklik.
    3) Search Engine Marketing (SEM)
    Hampir mirip dengan strategi search engine optimization
    (SEO), search engine marketing atau SEM memanfaatkan
    mesin pencari untuk fokus pada iklan langsung di mesin
    pencarian. Untuk bisa membuat iklan digital semacam
    ini, kita membutuhkan produk seperti Google Ads.
    Seperti PPC, konten promosi untuk SEM sudah
    seharusnya dibuat semenarik mungkin. Karena jika tidak,
    biaya yang dikeluarkan tentu akan sia-sia.
    4) Social Media Marketing (SMM)
    Apabila SEM memanfaatkan mesin pencari, SMM
    memanfaatkan media sosial. Untuk iklan semacam ini,
    membutuhkan alat seperti Facebook atau Instagram Ads.
    Dibanding SEM, peluang produk untuk dikenal lebih
    besar sebab saat ini hampir semua orang memiliki media
    sosial dan menggunakannya untuk mencari suatu
    informasi juga.
    5) Email Marketing
    Promosi ini berupa pesan dalam bentuk gambar atau
    tulisan dan dikirimkan kepada semua pelanggan yang
    telah men-subscribe newsletter di website atau platform
    milik pemilik usaha lainnya. Berbeda dengan jenis
    promosi lainnya, tidak semua orang bisa melihat iklan
    yang kita bagikan. Strategi ini biasanya dilakukan untuk
    memicu pembelian kembali dan meningkatkan loyalitas
    konsumen suatu perusahaan.
    Kelebihan Digital Marketing
    Selain manfaat, ternyata digital marketing juga memiliki
    beberapa kelebihan. Berikut ini beberapa kelebihan dari
    digital marketing :
  3. Hemat Biaya
    Ketika melakukan promosi serta pemasaran secara
    tradisional, perusahaan juga perlu menyiapkan biaya
    untuk media promosinya. Sebagai contoh, kamu
    dapat mencetak brosur, mencetak spanduk, bahkan
    mengeluarkan berbagai biaya yang besar untuk
    kemudian memasang iklan di billboard, tv, ataupun
    radio. Hal ini akan menyulitkan bisnis kecil. Dengan
    digital marketing, perusahaan dapat melakukannya
    dengan biaya yang lebih minim, bahkan gratis! Iklan
    berbayar yang tersedia juga akan jauh lebih
    terjangkau.
  4. Dapat Diukur
    Ketika memasang iklan di tv, radio, atau billboard,
    perusahaan tidak dapat mengukur berapa banyak
    orang yang melihat iklan tersebut. Sebaliknya, digital
    marketing juga memungkinkan mengetahui berapa
    banyak audiens yang dijangkau, bahkan ada banyak
    yang akhirnya melakukan pembelian.
  5. Jangkauan Pasar yang Lebih Luas
    Dengan menerapkan pemasaran digital, perusahaan
    juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Baik
    melalui pasar lokal maupun global. Internet juga
    memungkinkan untuk memperluas pasar tanpa
    memakan banyak biaya. Tentu saja, hal seperti ini
    juga akan sangat sulit dilakukan jika mengandalkan
    pemasaran tradisional. Selain itu, digital marketing
    juga akan membantu dalam menjangkau lebih banyak
    pelanggan potensial, walaupun mereka berada di luar
    negeri sekali pun. Hanya terdapat satu klik, juga
    dapat meningkatkan visibilitas merek sekaligus
    memungkinkan mereka untuk berbelanja kapan pun
    dan dari mana saja.
  6. Pemasaran yang Lebih Interaktif
    Kelebihan digital marketing yang selanjutnya, adalah
    menciptakan teknik pemasaran yang lebih interaktif
    antara penjual serta pembeli. Hal ini karena
    pemasaran digital juga melibatkan komunikasi dua
    arah. Jadi, merek ini dapat berinteraksi lebih banyak
    dengan para pelanggannya melalui beragam
    campaign yang dilakukan. Dengan teknik pemasaran
    yang lebih interaktif, perusahaan juga bisa
    meningkatkan ketertarikan ataupun minat pelanggan
    sehingga mereka semakin yakin dalam melakukan
    pembelian. Cara seperti ini tentu saja lebih efektif
    dibandingkan iklan biasa yang hanya satu arah. Jadi,
    pertimbangkanlah dalam melakukan pemasaran
    secara digital jika menginginkan interaksi yang lebih
    intens dengan pelanggan potensial.
  7. Tingkat Keterlibatan yang Lebih Besar
    Pemasaran yang interaktif seperti digital marketing
    ini juga meningkatkan keterlibatan pelanggan
    menjadi lebih tinggi. Media sosial juga menjadi
    wadah yang tepat bagi brand untuk berbagi beragam
    konten interaktif serta memicu keterlibatan dengan
    audiens. Misalnya, pada interaksi di kolom komentar
    ataupun fitur chat di media sosial yang berisi tanya
    jawab dari pelanggan. Jadi, perusahaan juga sebagai
    pemilik brand dapat membangun komunikasi yang
    lebih baik dengan pelanggan. Pada akhirnya, brand
    juga menciptakan hubungan yang positif dengan
    pelanggan mereka. Keterlibatan pelanggan ini juga
    dapat dilihat dari berbagai aktivitas audiens yang
    membagikan postingan perusahaan di media sosial,
    menyimpan konten, serta berlangganan newsletter di
    blog brand milikmu. Hubungan kedekatan antara
    brand dengan pelanggan potensial seperti ini juga
    meningkatkan kepercayaan publik terhadap merek.
    Pelanggan juga akan merasa lebih yakin untuk
    melakukan pembelian karena mereka merasa
    diapresiasi melalui interaksi atau keterlibatan
    tersebut