Mahal atau tidaknya digital marketing tergantung dengan jenis
yang digunakan oleh perusahaan. Jika digital marketing seperti
SEO serta konten tentu saja tidak menghabiskan banyak
anggaran. Akan tetapi, jika digital marketing seperti brosur
online serta email tentu saja memerlukan biaya-biaya tertentu.
Setelah mengetahui tentang pengertian digital marketing, untuk
kesuksesan dan kelancaran bisnis tentu juga harus didukung
perencanaan keuangan yang baik. Melakukan penghitungan,
pelaporan, dan analisa keuangan merupakan kegiatan
pendukung untuk melakukan strategi pemasaran.
Kesalahan Umum Pada Digital Marketing
Banyaknya kemudahan yang ditawarkan oleh konsep
pemasaran digital memang menggiurkan. Tetapi penting untuk
di perhatikan bahwa ada beberapa kesalahan seperti di bawah
ini yang harus dihindari saat menjalankan konsep pemasaran
digital agar bisnis dapat berjalan sesuai dengan rencana
pemasaran.
- Strategi yang Tidak Tepat Sasaran
Strategi dan perencanaan merupakan sebuah langkah awal
untuk menentukan arah sebuah bisnis. Apalagi di era digital
seperti saat ini, tren begitu mudah berubah dari waktu ke
waktu, sehingga kebutuhan dan keinginan konsumen
semakin beragam setiap hari. Biasanya beberapa marketer
bertekad untuk mendapatkan cakupan konsumen yang
banyak, sehingga kerap serampangan dalam memilih target
pasar. Hal ini yang akan menyulitkan proses digital
marketing terlebih dalam proses analisa audiens yang
menjangkau produk perusahaan. Sebelum mengenalkan
produk maupun jasa kepada masyarakat secara luas,
perusahaan harus menentukan tujuan dan rencana
pemasaran produk tersebut. Pastikan bahwa strategi
pemasaran yang di rancang sudah spesifik, tepat sasaran,
dan dapat dijangkau dengan mudah oleh target pasar. - Memahami Calon Konsumen
Bisnis yang sedang dijalani harus mampu menjadi solusi
atas kebutuhan konsumen. Namun, masih ada banyak
pebisnis yang mengabaikan hal tersebut, sehingga mereka
cenderung menawarkan produk yang tidak sesuai dengan
permintaan pasar. Itulah sebabnya mengapa perusahaan
wajib untuk mengukur tingkat kebutuhan pasar sebelum
menyusun strategi pemasaran. Idealisme bisnis memang
sangat penting, namun produk yang dijual juga harus
memerhatikan audiens, apa kebutuhannya, apa yang
menjadi kesukaan dan tren calon konsumen. Memahami
calon konsumen tidak perlu mengubah produk, namun
dengan menyesuaikan kemasan, konten promosi, dan juga
pemilihan Key Opinion Leader. Perusahaan dapat mencari
tren produk yang sedang berkembang di masyarakat dengan
menggunakan Google Trends. Cukup masukkan nama
produk pada kolom pencarian, Google Trends akan
menunjukkan grafik permintaan produk yang dimaksud. - Mengabaikan Pengukuran Kinerja Digital Marketing
Fungsi digital marketing tidak hanya fokus pada fitur
promosi yang lebih mudah namun juga terukur. Padahal
salah satu inti seorang pebisnis menggunakan digital
marketing adalah untuk melihat kinerja pemasaran melalui
analisis angka. Berapakah audiens yang sadar dengan brand
perusahaan, mengunjungi website, atau meng-klik iklan di
mesin pencarian. - Mengabaikan Story-telling dan Copywriting
Dalam pengertian yang relevan, digital marketing erat
kaitannya dengan konten. Hal yang paling penting dalam
pembuatan konten adalah tulisan. Baik konten desain
ataupun video, peran copywriting sangat diperlukan untuk
menyampaikan pesan yang akan diberikan kepada calon
konsumen. Tulisan yang dibuat juga harus mampu
memberikan kesan dan mengedukasi audiens sehingga
produk yang diberikan dapat disadari dengan mudah. - Halaman Website yang Tidak Rapi dan Tidak Lengkap
Website resmi perusahaan merupakan elemen pertama yang
pada umumnya dituju oleh para konsumen ketika mencari
informasi produk melalui mesin pencarian. Di era digital
ini, dapat dikatakan bahwa website merupakan “wajah”
bisnis. Itulah sebabnya mengapa perlu memastikan tampilan
website mampu mengakomodasi kebutuhan para
pengunjung, bukan malah akan membuat mereka bingung
karena navigasi website yang rumit. Website bisnis yang
baik harus mampu menghadirkan informasi, call-to-action,
dan landing page yang jelas serta tidak merusak fokus
pengunjung untuk menemukan apa yang mereka cari.
Pastikan pula pesan yang ditampilkan di muka website
singkat, jelas, namun sangat informatif. Website yang tidak
lengkap seperti tidak memiliki blog, tidak dilengkapi
dengan informasi kontak atau About Us, juga dapat merusak
reputasi bisnis. Selain About Us, nomor telepon dan alamat
email perusahaan juga wajib ditampilkan dalam website
untuk memudahkan konsumen menyalurkan pertanyaan,
saran, dan kritiknya. Website juga harus sudah beradaptasi
dengan perilaku pengguna dengan menggunakan fitur go-
mobile. Perilaku pengguna yang semakin dinamis menuntut
sebuah website dapat diakses di manapun dan kapanpun. - Iklan dan Landing Page yang Tidak Sesuai
Kesalahan marketing yang satu ini jelas saja akan
menurunkan kepercayaan konsumen. Misalnya perusahaan
sedang mencari laptop murah di Google, lalu klik iklan
yang tersedia, tetapi ternyata malah diarahkan ke halaman
website yang menampilkan tablet dengan harga fantastis.
Untuk mencegah hal tersebut terjadi pada bisnis, periksa
dan analisa kembali elemen yang akan ditampilkan
di landing page. Konten landing page harus sesuai dengan
iklan yang dipasang di Google, Facebook, YouTube,
Instagram, dan lain sebagainya. - Proses Check-out yang Rumit
Jika website perusahaan mengharuskan konsumen untuk
melalui tahapan check-out yang rumit, maka hampir dapat
dipastikan bahwa konsumen justru akan meninggalkan
website tanpa menyelesaikan pembeliannya. Ketika
konsumen sudah sampai pada tahap check-out, langkah
menuju proses pembayaran harus singkat dan sederhana. - Tidak Menghitung Return of Investment (ROI)
ROI atau yang lebih dikenal dengan istilah laba atas
investasi merupakan rasio uang yang diperoleh atau hilang
dalam sebuah investasi. Jika perusahaan tidak menghitung
ROI, maka perusahaan tidak akan mengetahui efektivitas
strategi pemasaran yang telah diterapkan. Menghitung ROI
bisa menjadi hal yang cukup rumit. Pertama, perlu
menentukan komponen mana saja yang perlu dihitung,
seperti traffic, leads, conversion rate, atau jumlah klik. ROI
harus dihitung dengan mengurangi jumlah total penjualan
dengan biaya investasi, kemudian bagi dengan keseluruhan
biaya investasi dan dikalikan dengan 100%
