Pengertian Right issue


Di indonesia istilah right issue dikenal dengan istilah HMETD atau hak
memesan efek terlebih dahulu. Dan mulai munculnya dipasar modal indonesia
pada tahun 1992. Kebijakan right issue merupakan upaya emiten untuk
menambah saham yang beredar, guna menambah modal perusahaan dengan
cara menawarkan sejumlah saham baru kepada pemegang saham saat ini yang
memiliki hak memesan efek terlebih dahulu atas saham-saham tersebut.
Right issue merupakan hak istimewa yang diberikan kepada pemegang
saham lama untuk mendaftarkan guna mendapatkan saham biasa sebelum
ditawarkan kepada masyarakat. Dengan right issue, dana dapat dikumpulkan
melalui partisipasi pemegang saham lama perusahaan itu sendiri dan tentunya
hal itu harus mendapatkan persetujuan dari pemegang saham.
Hal penting yang perlu diperhatikan dalam suatu penerbitan right issue
antara lain waktu. Harga dan rasio. Bagi investor, waktu penerbitan sangat
penting untuk mengambil suatu keputusan apakah investor akan melaksanakan
haknya membeli right issue atau tidak , sebab right issue memiliki masa
berlaku relatif singkat. Beberapa yang berkaitan dengan right issue (Indrawan
2009):
1) Cum date adalah tanggal terakhir seorang investor dapat
mendaftarkan sahamnya untuk mendapatkan corporate action.
2) DPS-date adalah tanggal dimana daftar saham yang berhak atas
suatu corporate action diumumkan.
20
3) Tanggal pelaksanaan dan akhir right issue, tanggal periode right
issue tersebut dicatat di bursa dan kapan berakhirnya.
4) Allotment date adalah tanggal menentukan jatah investor yang
mendapatkan right issue dan berapa besar tambahan saham baru
akibat right issue.
5) Lissing date adalah tanggal dimana penambahan saham akibat right
issue tersebut didaftarkan dibursa efek.
6) Ex-date adalah tanggal dimana investor sudah tidak mempunyai
hak akan suatu corporate action.
7) Harga pelaksanaan adalah harga pelaksanaan yang harus dibayar
investor untuk mengkonveksi haknya kedalam bentuk saham.
Umumnya harga pelaksanaan right issue ini dibawah harga saham
yang berlaku. Hal ini dimungkinkan sebagai suatu tarikan atau
investor mau membelinya.
Bagi perusahaan yang bersangkutan right issue mungkin merupakan suatu
keuntungan dan bermanfaat besar dalam ekspansi usahanya. Namun bagi
pemegang saham khususnya yang lama, kebijakan ini masih dipertanyakan
kebermanfaatannya. Jika dana yang diperoleh diinvestasikan untuk proyek,
terutama yang menghasilkan imbal hasil tinggi, maka right issue akan
berdampak positif bagi pemegang saham karena perusahaan mampu
menghasilkan laba yang akan meningkatkan kemakmuran investornya. Namun
jika dana tersebut hanya digunakan untuk membayar hutang, maka right issue
21
akan terkesan negatif, karena memberikan sinyal kepasar bahwa manajemen
keulitan untuk membayar hutang