Pengertian Pemasaran


Bagi perusahaan pemasaran sangat penting karena aktivitas pemasaran
bertujuan untuk menciptakan, menawarkan dan melakukan pertukaran produk, baik
berupa barang atau jasa yang memungkinkan melalui penciptaan, penawaran dan
pertukaran produk sehingga perusahaan diharapkan mampu menciptakan nilai bagi
pelanggan dan mendapatkan nilai dari pelanggan sebagai imbalan bagi perusahaan
atau keuntungan demi kelangsungan hidup perusahaan dan untuk perkembangan
perusahaan. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia
yang berlangsung dalam kaitannya dengan pasar.
Beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli tentang definisi
pemasaran. Menurut Abdullah Thamrin dan Francis Tantri (2016:2) mengatakan
bahwa pengertian pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang di
rancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan
mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik
kepada para konsumen saat ini maupun kosumen potensial. Menurut Philip Kotler
dan Gary Armstrong (2016:29) menyatakan bahwa “marketing as the process by
which companies engage custimers, build strong customer relationships, and create
customer value in order to capture value from customers in return.” Berbeda halnya
menurut Buchari Alma (2016:21) mengemukakan bahwa “Pemasaran adalah segala
usaha yang meliputi penyaluran barang dan jasa dari sektor produksi dan
konsumsi.” Lain halnya Definisi pemasaran menurut American Marketing
Association (AMA) yang dikutip oleh Kotler dan Keller (2016:29) menjelaskan
bahwa “marketing is the activity, set of institutions, and processes for creating,
communicating, delivering, and exchanging offerings that have value for
customers, client, partners, and society large.” Sama halnya menurut Antoine
Didienne (2018:33) “Marketing is essentially involved in outward communication,
in promoting the corporate goals of the company it is serving. It is the process
through which companies accelerate returns by aligning all communication
objectives (advertising, marketing, sales, etc), into one department to more
efficiently achieve the overall corporate goals.”