Menurut Minor (2008) kepercayaan konsumen adalah semua pengetahuan
yang dimiliki oleh konsumen dan semua kesimpulan yang dibuat konsumen
tentang objek, atribut, dan manfaatnya. Objek dapat berupa produk, orang,
perusahaan, dan segala sesuatu dimana seseorang memiliki kepercayaan dan
sikap.
Menurut Lau & Lee dalam Segara (2019) mengembangkan konsep
kepercayaan pelanggan pada merek (brand in a trust) dimana “brand trust
didefinisikan sebagai kesediaan pelanggan mempercayai atau mengandalkan
merek dalam situasi risiko karena adanya harapan bahwa merek tersebut
memberikan hasil positif”. Kepercayaan pelanggan di atas dapat diartikan sebagai
kemauan pelanggan untuk mengandalkan atau mempercayai suatu merek dalam
keadaan resiko karena terdapat harapan positif yang diberikan oleh merek
tersebut.
Menurut Minor (2008) terdapat tiga jenis kepercayaan, yaitu:
- Kepercayaan Atribut Objek
Kepercayaan ini menghubungkan sebuah atribut dengan
objek, seperti seseorang, barang atau jasa. Dimana melalui atribut
objek, konsumen menyatakan apa yang diketahui tentang sesuatu
dalam hal variasi atributnya. - Kepercayaan Manfaat Atribut
Merupakan persepsi konsumen tentang seberapa jauh
atribut tertentu menghasilkan dan memberikan manfaat tertentu. - Kepercayaan Manfaat Objek
Merupakan persepsi konsumen tentang sejauh mana produk
atau jasa tertentu akan memberikan manfaat tertentu
