Pengertian Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Otoriter


Wibowo (2013: 60) menyatakan bahwa persepsi adalah suatu proses yang
memungkinkan individu dalam menafsirkan informasi dan menginterpretasikan
lingkungan sekitar. Menurut Leavitt (Sobur, 2013: 445) secara singkat
mendifinisikan bahwa persepsi ialah pandangan, bagaimana cara individu
memandang sesuatu. Secara etimologis, persepsi berasal dari bahasa latin
preception yang artinya penerimaan. Kata persepsi berkaitan dengan kata persepsi
diri, persepsi sosial, dan persepsi interpersonal. Sedangkan menurut Saleh (2018:
79) berpendapat bahwa persepsi adalah proses yang sudah ada sebelumnya, yaitu
proses menerima stimulasi individu melalui indera alias proses sensorik lalu
stimulus ditransmisikan dan diproses hingga kemudian adalah proses kognitif.
Menurut Rahman (2013: 48) menyatakan bahwa persepsi merupakan
proses pemaknaan terhadap stimulus yang ada, persepsi selalu mensyaratkan
objek. Objek persepsi sangat beragam, self sebagai objek persepsi bukanlah objek
tunggal, tetapi objek yang memiliki aspek-aspek yang sangat kompleks. Persepsi
terdiri dari dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal, dimana faktor
internal meliputi proses pemahaman individu terhadap tujuan, rasa percaya, dan
respon terhadap hasil, sedangkan faktor eksternal yakni faktor yang dipengaruhi
oleh lingkungan (dalam Syamsu dan Novianty, 2017: 59)