Penilaian terhadap kinerja dapat memotivasi karyawan agar terdorong
untuk bekerja lebih baik. Oleh karena itu, diperlukan penilaian kerja yang tepat
dan konsisten. Proses penilaian kinerja ini ditunjukkan untuk memahami kinerja
seseorang. Menurut Daryanto (2017, p. 124) Tahapan pada proses penilaian
meliputi:
- Identifikasi
Identifikasi merupakan tahapan awal dari proses yang terdiri atas penentuan
unsur-unsur yang akan diamati. Kegiatan ini diawali dengan melakukan
analisis pekerjaan agar dapat mengenali unsur-unsur yang akan dinilai dan
dapat mengembangkan skala penilaian. Apa yang dinilai adalah yang
berkaitan dengan pekerjaan, bukan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. - Observasi
Observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan secara seksama dan
periodic.Semua unsur yang dinilai harus diamati secara seksamaagar dapat
dibuat penilaian yang wajar dan tepat. Observasi yang jarang dilakukan dan
tidak berkaitan dengan kinerja akan menghasilkan penilaian sesaat dan tidak
akurat. - Pengukuran
Dalam pengukuran, para penilai akan memberikan penilaian terhadap tingkat
kinerja karyawan yang didasarkan pada hasil pengamatan pada tahap
observasi. - Pengembangan
Pihak penilai selain memberikan penilaian terhadap jinerja pegawai juga
melakukan pengembangan apabila ternyata terdapatperbedaan antara yang
diharapkan oleh pimpinan dengan hasil kerja karyawan
