Menurut menurut Kotler dan Keller (2008:214) Perilaku konsumen
adalah studi bagaimana individu, kelompok dan organisasi memilih, membeli,
menggunakan dan menempatkan barang, jasa, ide atau pengalaman untuk
memuaskan keinginan dan kebutuhan mereka. Sedangkan Schiffman dan
Kanuk (2008:6) Perilaku konsumen menggambarkan cara individu mengambil
keputusan untuk memanfaatkan sumber daya mereka yang tersedia (waktu,
uang, usaha) guna membeli barang-barang yang berhubungan dengan
konsumsi.
Dari dua pengertian perilaku konsumen menurut para ahli dapat
disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah Individu, kelompok, dan
organisasi yang bersedia membeli barang terkait dengan konsumsi
menggunakan sumber daya yang tersedia (waktu, uang, usaha).
Untuk memahami perilaku konsumen ini ada beberapa model
yang bisa dijadikan referensi atau acuan. Kotler dan Amstrong (2008:158)
mengemukakan model perilaku konsumen seperti berikut:
Model tersebut menunjukkan bahwa kedua jenis stimuli diatas akan
masuk ke dalam kotak hitam pembeli dan menghasilkan respon atau pendapat
tertentu terhadap konsumen. Kedua stimuli tersebut terdiri dari dua macam
yaitu stimuli pemasaran dan lain-lain. Stimuli pemasaran meliputi empat unsur
bauran pemasaran yaitu : produk, harga, distribusi dan promosi, sedangkan
stimuli lain-lain yaitu : keadaan ekonomi, teknologi, politik dan kebudayaan.
Dalam kotak hitam pembeli yang merupakan mediator antara rangsangan dan
respon. Kotak hitam pembeli terdiri dari dua komponen, bagian pertama adalah
karakteristik pembeli yang meliputi faktor budaya, pencarian informasi,
evaluasi, pengambilan keputusan dan perilaku pascapembelian. Berdasarkan
model tersebut, pada akhirnya akan menentukan keputusan pembeli. Sosial,
personal dan psychologi yang mempunyai pengaruh utama bagaimana seorang
pembeli bereaksi terhadap rangsangan tersebut dan bagian kedua adalah proses
yang mempengaruhi hasil keputusan. Proses pengambilan keputusan antara
lain meliputi aktivitas pengenalan masalah
