Kepuasan Kerja


Menurut Mangkunegara (2011) dalam Cahyo Suminar (2015), kepuasan kerja
adalah suatu perasaan yang menyokong atau tidak menyokong diri pegawai yang
berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya.
Sedangkan Handoko (2002) dalam Setyo Widodo (2014) menyatakan bahwa
kepuasan kerja (job satisfaction) adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau
tidak menyenangkan dengan mana karyawan memandang pekerjaan mereka.
Dole dan Schroeder (2001) dalam Nurlaila (2010) menjelaskan bahwa kepuasan
kerja dapat didefinisikan sebagai perasaan dan reaksi individu terhadap lingkungan
pekerjaannya. Testa (1999) dan Locke (1983) dalam Nurlaila (2010) menjelaskan
bahwa kepuasan kerja merupakan kegembiraan atau pernyataan emosi yang positif hasil
dari penilaian salah satu pekerjaan atau pengalamanpengalaman pekerjaan.
Menurut Hasibuan (2009) dalam Sigit (2014) kepuasan kerja adalah sikap
emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan
oleh moral kerja, kedisiplinan dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati dalam
pekerjaan, luar pekerjaan dan kombinasi dalam dan luar pekerjaan. Berdasarkan
beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja merupakan
sikap dan perasaan pegawai, karyawan atau pekerja terhadap pekerjaan yang
dilakukannya, lingkungan kerjanya, ganjaran atau imbalan yang diterimanya dan
penilaian terhadap hasil pekerjaannya. Perasaan tersebut dapat berupa perasaan senang,
tidak senang, nyaman atau tidak nyaman.
Kepuasan kerja dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain upah, kesempatan
promosi, lingkungan kerja dan sebagainya. Kepuasan kerja karyawan dalam suatu
perusahaan memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kinerja karyawan atau
kinerja perusahaan.
Faktor–faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja menurut pendapat Gilmer
(1966) dalam As’ad (2004) sebagai berikut :
a. Kesempatan untuk Maju.
b. Keamanan Kerja.
c. Gaji.
d. Manajemen Kerja.
e. Kondisi kerja.
f. Pengawasan (Supervisi).
g. Faktor intrinsik dari pekerjaan.
h. Aspek sosial dalam pekerjaan.
i. Fasilitas.
Ada beberapa indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja
yang dirasakan oleh karyawan. Indikator-indikator kepuasan kerja menurut Marihot
(2002) dalam Sigit (2014) meliputi :
a. Gaji
b. Pekerjaan itu sendiri
c. Rekan sekerja
d. Atasan
e. Promosi
f. Lingkungan Kerja