Keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan agar dapat efektif dan efisien
salah satunya adalah melalui perencanaan yang baik. Pembuatan perencanaan yang baik
dan benar akan menentukan serangkain pengambilan keputusan untuk mengambil
tindakan dimasa yang akan datang yang diarahkan kepada tercapainya tujuan-tujuan
dengan secara optimal, hal ini sesuai dengan pengertian perencanaan oleh Arikunto dan
Lia (2009:9) bahwa :
Perencanaan adalah suatu proses mempersiapkan serangkaian keputusan untuk
mengambil tindakan dimasa yang akan datang yang diarahkan kepada tercapainya
tujuan-tujuan dengan sarana yang optimal. Perencanaan yang menyangkut apa
yang akan dilaksanakan, kapan dilaksanakan, oleh siapa, dimana, dan bagaimana
dilaksanakannya.
Pendapat lain mengenai perencanaan dikemukakan oleh Terry (2000:6) bahwa
perencanaan adalah merupakan pemilihan dan menghubungkan fakta, menggunakan
asumsi-asumsi tentang masa depan dalam membuat visualisasi dan perumusan kegiatan
untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Berdasarkan pendapat di atas dapat diungkapkan bahwa perencanaan adalah
serangkaian proses penentuan pedoman kegiatan dimasa depan dan membuat
perumusan kegiatan yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Perencanaan juga menyangkut apa yang akan dilaksanakan, kapan dilaksanakan, oleh
siapa, dimana, dan bagaimana dilaksanakannya.
Perencanaan menjadi suatu yang penting untuk memprediksi masa yang akan datang
maupun memperkecil ketidak pastian serta menghadapi perubahan-perubahan
mendadak yang mungkin timbul. Adanya perencanaan yang baik dalam suatu organisasi
dapat dijadikan dasar bagi berbagai komponen untuk melakukan tindakan dan semua
tindakan dari berbagai komponen dapat diorganisir. Biaya-biaya dalam perencanaan
merupakan suatu proses penentuan tujuan atau sasaran objek dan penentuan beberapa
metode untuk pencapaian tujuan seefisien dan seefektif mungkin.
Berdasarkan pendapat dan uraian di atas dapat diungkapkan bahwa dalam kegiatan
proses perencanaan terdapat tiga kegiatan yang tidak mungkin dipisahkan yaitu (1)
perumusan tujuan suatu kondisi atau keadaan pada masa yang akan datang dan dapat
membantu tercapainya misi organisasi, (2) pemilihan program(pengembangan program
sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman agar tercapai tujuan yang
diinginkan), dan identifikasi sumber daya (sumber daya yang ada, baik manusia, sarana
dan prasarana yang dapat menunjang pencapaian tujuan).
Proses pencapaian tujuan juga merupakan penghubung antara kesenjangan keadaan
masa kini dan keadaan yang diharapkan terjadi dimasa depan. Perencanaan
membutuhkan pendekatan rasional ke arah tujuan yang telah ditetapkan. Berkaitan
dengan hal tersebut maka proses perencanaan membutuhkan data dan informasi agar
keputusan yang diambil akan sesuai dengan harapan di masa yang akan datang.
Suatu perencanaan disusun guna memberikan arah kegiatan untuk mencapai tujuan,
agar proses kegiatan belajar secara efektif dan efisien, dan mempersempithambatan hal
27
ini sesuai pendapat Arikunto dan Lia (2009:90) tentang manfaat dari suatu perencanaan
yaitu :
- Menghasilkan rencana yang dapat dijadikan kerangka kerja dan pedoman
penyelesaian; - Rencana menentukan proses yang paling efektif dan efisien untuk mencapai
tujuan; - Dengan adanya rencana setiap langkah dapat diukur atau dibandingkan dengan
hasil yang seharusnya dicapai; - Mencegah pemborosan uang, tenaga, dan waktu;
- Mempersempit kemungkinan timbulnya gangguan dan hambatan.
Sedangkan persyaratan-persyaratan suatu perencanaan agar dapat dijadikan pedoman
kerja menurut Arikunto dan Lia (2009) adalah sebagai berikut : - Perencanaan harus dijabarkan dari tujuan yang telah ditetapkan dan
dirumuskan secara jelas; - Perencanaan tidak perlu muluk-muluk, tetapi sederhana saja, realistik praktis
hingga dapat dilaksanakan; - Dijabarkan secara terperinci, memuat uraian kegiatan dan urutan atau
rangkaian tindakan; - Diupayakan agar memiliki fleksibelitas, sehingga memungkinkan untuk
dimodifikasi; - Ada petunjuk mengenai urgensi dan atau tingkat kepentingan untuk bagian
bidang atau kegiatan; - Disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan terjadinya pemanfaatan
segala sumber yang ada sehingga efisien dalam tenaga, biaya dan waktu; - Diusahakan agar tidak terdapat duplikasi pelaksanaan.
Berdasarkan pendapat mengenai manfaat perencanaan dan persyaratan agar suatu
perencanaan dapat dijadikan pedoman kerja diatas maka dapat diungkapkan bahwa
begitu pentingnya suatu perencanaan sehingga gagalnya suatu perencanaan sama
dengan merencanakan kegagalan.
Sekolah sebagai suatu organisasi pendidikan tentunya memerlukan perencanaan dalam
pengelolaannya. Perencanaan yang merupakan keputusan yang diambil untuk
melakukan kegiatan dalam kurun waktu tertentu, dengan tujuan agar penyelenggaraan
sistem pendidikan lebih efektif dan efisien, serta menghasilkan lulusan yang bermutu
dan relevan dengan kebutuhan pembangunan
