Azas-Azas Manajemen Pendidikan


Menurut Subroto (2004:22) yang berkaitan dengan azas manajemen :
Bahwa azas-azas yang harus diperhatikan dalam melaksanakan manajemen
pendidikan dalam lingkup proses manajemen adalah azas koordinasi dan azas
hirarki. Azas koordinasi adalah sistem pengaturan dan pemeliharaan tata
hubungan agar tercipta tindakan yang sama dalam rangka mencapai tujuan
bersama. Azas hirarki adalah suatu proses perwujudan koordinasi dalam
organisasi, usaha untuk mencapai itu akan terjadi suatu tingkatan tugas,
wewenang dan tanggungjawab. Pada hirarki ini diperlukan adanya kepemimpinan,
pendelegasian wewenang, dan pembatasan tugas.
Berdasarkan azas-azas dalam pelaksanaan manajemen pendidikan di atas bahwa dalam
azas koordinasi terdapat suatu pengaturan dan pemeliharaan untuk terciptanya tindakan
yang sama dalam mencapai tujuan. Sedangkan dalam azas hirarki terdapat suatu
tingkatan tugas, wewenang, dan tanggungjawab dan perwujudannya dengan adanya
kepemimpinan, pendelegasian wewenang dan pembatasan tugas.
Selain berpedoman pada azas koordinasi dan hirarki, dalam penerapan manajemen
pendidikan agar tercapai tujuan pendidikan seoptimal mungkin perlu adanya
pendekatan-pendekatan seperti pendekatan personil sekolah yaitu guru, tata usaha,
kepala sekolah, orang tua, dan peserta didik. Pendekatan proses yaitu serangkaian
kegiatan pengelolaan , pendekatan sistem terdiri dari input, proses, dan output.
Sedangkan pendekatan komunikasi berkaitan dengan cara bagaimana pengambil
keputusan dalam organisasi. Sesuai uraian di atas menurut Sufyarma (2004) dalam
melaksanakan manajemen pendidikan agar tercapai tujuan pendidikan seoptimal
mungkin, ada beberapa pendekatan yang harus dilakukan yaitu berupa :

  1. Pendekatan kerjasama untuk mencapai tujuan pendidikan, yaitu diperlukan
    kerjasama diantara personil sekolah, seperti guru, tata usaha, kepala sekolah,
    orang tua, peserta didik dan lainnya.
  2. Pendekatan proses untuk mencapai tujuan pendidikan, terdiri dari perencanaan,
    pengorganisasian, pengarahan, pemantauan, penilaian dalam sistem pendidikan.
  3. Pendekatan sistem untuk mencapai tujuan pendidikan, terdiri dari input (IQ,
    bakat, minat, sikap/kebiasaan), proses (Guru, metode, bahan, sumber belajar,
    program/tugas), dan output (hasil belajar yang diharapkan dalam bentuk perilaku
    kognitif, afektif dan psikomotor).
  4. Komunikasi, yaitu komunikasi dalam berbagai komponen pendidikan untuk
    pendekatan proses pengambilan keputusan, yaitu kemampuan untuk mengambil
    keputusan.
  5. Pendekatan mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien