Kepimpinan di dalam melaksanakan fungsi-fungsinya, maka akan
berlangsung aktivitas kepimpinan. Apabila aktivitas dapat dicapai dan sesuai
dengan rencana maka akan terlihat gaya kepimpinan dengan polanya masing-
masing. Veitzhal Rivai (2012:42) mengemukakan gaya kepemimpinan memiliki
tiga pola dasar, yaitu :
- Gaya kepimpinan yang berpola pada kepentingan pelaksanaan tugas
- Gaya kepimpinan yang berpola pada pelaksanaan hubungan kerja sama.
- Gaya kepemimpinan yang berpola pada kepentingan hasil yang dicapai.
Berdasarkan ketiga pola dasar tersebut terbentuk perilaku kepemimpinan yang
terdiri dari tiga pokok kepimpinan, yaitu:
a. Tipe Kepemimpinan Otoriter
Tipe kepemimpinan ini menempatkan kekuasaan di tangan satu orang.
Pemimpin bertindak sebagai penguasa tunggal. Kedudukan dan tugas anak buah
semata-mata hanya sebagai pelaksana keputusan, perintah, dan bahkan kehendak
pimpinan. Pimpinan dirinya lebih dalam segala hal, dibandingkan dengan
bawahannya. Kemampuan bawahan selalu dipandang rendah sehingga dianggap
tidak mampu berbuat sesuatu tanpa diperintah.
b. Tipe Kepemimpinan Kendali Bebas
Tipe kepimpinan ini merupakan kebalikan dari tpe kepemimpinan
otoriter. Pemimkpin berkedudukan sebagai simbol. Kepemimpinan dijalankan
dengan memberikan kebebasan penuh pada orang yang dipimpin dalam
mengambil keputusan dan melakukian kegiatan menurut kehendak dan
kepentingan masing-masing, baik secara perorangan maupun kelompok-
kelompok kecil. Pemimmpin hanya memfungsikan dirinya sebagai penasehat.
c. Tipe Kepemimpinan Demokratis
Tipe kepemimpinan bini menempatkan manusia sebagai faktor utama
dan terpenting dalam setiap kelompok atau organisasi. Pemimpin memandang
dan menempatkan orang-orang yang dipimpinnya sebagai subjek yang memiliki
kepribadian dengan berbagai aspeknya. Kemauan, kehendak, kemampuan, buah
pikiran, pendapat, kreatifitas, inisiatif yang berbeda-beda dan dihargai disalurkan
secara wajar. Tipe kepemimpinan ini selalu berusaha untuk memanfaatkan setiap
orang yang dipimpin. Kepemimpinan demokratis adalah kememimpinan yang
aktif, dinamis, dan terarah. Kepemimpinan tipe ini dalam mengambil keputusan
sangat mementingkan musyawarah, yang diwujudkan pada setiap jenjang dan di
dalanm unit masing-masing
