Kualitas layanan merupakan ukuran seberapa baik tingkat pelayanan
yang diberikan dapat sesuai dengan harapan pelanggan. Kualitas pelayanan
ditentukan oleh kemampuan perusahaan atau lembaga tertentu dalam
memenuhi kebutuhan sesuai dengan apa yang diharapkan atau diinginkan
berdasarkan kebutuhan pelanggan atau pengunjung (Anggraini & Budiarti,
2020). Para ahli berpendapat bahwa untuk mencapai tingkat yang
diinginkan, harapan pelanggan harus disesuaikan dengan pelayanan yang
diberikan oleh penyedia jasa. Penyedia layanan perlu mengevaluasi layanan
pada setiap tahap pemberian layanan untuk meningkatkan strategi
pemasaran (Mulady & Sumadi, 2023). Kualitas Layanan dianggap sebagai
metode paling terkenal untuk mengukur kualitas layanan dengan
menggunakan konsep yang terkait dengan teori kesenjangan. Kualitas
Pelayanan bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan antara ekspektasi
konsumen sebelum layanan dan persepsi pasca layanan terhadap kualitas
layanan ini (Muhtarom et al., 2022). Hal ini mencakup lima dimensi kualitas
layanan umum seperti daya tanggap, keandalan, empati, berwujud, dan
jaminan, yang biasanya digunakan untuk mengukur kualitas layanan tertentu
(Suson et al, 2023). Definisi kualitas layanan dapat dibedakan berdasarkan
industri yang berbeda dan sifat bisnis yang berbeda. Kualitas layanan adalah
salah satu faktor penting yang mempengaruhi pembeli produk, dan
memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan. Beberapa peneliti
menemukan bahwa dimensi kualitas layanan generik dan perbankan
berbasis teknologi berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan.
Kualitas pelayanan adalah faktor utama yang mempengaruhi loyalitas
pelanggan, karena pelanggan yang puas akan perasaan yang positif sehingga
dapat membuat loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan tersebut (Dewi,
2020). Pembentukan loyalitas pelayanan didasarkan pada pengaturan
respons emosional dari pelanggan dan peningkatan kualitas pelayanan yang
diberikan. Pelanggan akan lebih setia dan cenderung memiliki reaksi
emosional yang baik ketika mereka menerima layanan yang berkualitas
lebih tinggi (Nobar & Rostamzadeh, 2018). Harapan konsumen yang rendah
dan pelayanan yang buruk menjadi alasan utama dibalik ketidaksetiaan
pelanggan. Pembentukan loyalitas pelayanan didasarkan pada pengaturan
respons emosional dari pelanggan dan peningkatan kualitas pelayanan yang
diberikan. Loyalitas pelanggan akan meningkat seiring dengan kualitas
pelayanan. Pelanggan akan lebih setia dan cenderung memiliki reaksi
emosional yang baik ketika menerima layanan yang lebih berkualitas
(Subawa & Sulistyawati, 2020)
