Produk


Produk adalah keseluruhan dari penawaran yang dilakukan secara normal oleh
perusahaan kepada konsumen dalam memberikan pelayanan, letak toko, dan
nama barang dagangannya (Utami, 2010). Menurut Berman et al (dalam
Gunawan, 2009), terdapat beberapa faktor merchandise yang harus
diperhatikan diantaranya adalah:
a) Widht and depth of assortment
Widht and depth of assortment atau lazim disebut product mix, yaitu
merupakan satu set produk dan unit produk yang ditawarkan penjual
kepada pembeli (Kotler dalam Gunawan, 2009). Bauran produk sendiri
terdiri dari:
i. Lebar (widht)
Lebar bauran produk menunjukkan berapa banyak lini produk yang
dihasilkan atau dijual perusahaan. Misal, perusahaan menjual sabun
detergen, pasta gigi, sabun mandi, pakaian, sepatu, tas, dan kertas
tisu berarti perusahaan memiliki lebar bauran produk sejumlah 7.
ii. Panjang (lenght)
Panjang bauran produk menunjukkan jumlah atau total jenis produk
dalam bauran produk yang dihasilkan atau dijual perusahaan.
Misalnya, dari 7 lebar produk di atas panjang bauran produk ada 45
jenis, yang terdiri dari sabun deterjen (4 jenis), pasta gigi (6 jenis),
sebun mandi (5 jenis), pakaian (17 jenis), sepatu (6 jenis), tas (4
jenis), dan kertas tisu ( 3 jenis).
iii. Kedalaman (depth)
Kedalaman bauran produk menunjukkan jumlah variasi yang
ditawarkan tiap produk dalam lini produk. Misalnya, untuk sabun
deterjen dihasilkan atau dijual ukuran berat 250 gr, ukuran 450 gr,
ukuran 1 kg, dan ukuran 1,5 kg.
iv. Konsistensi (consistency)
Konsistensi bauran produk menunjukkan berapa dekat hubungan
berbagai lini produk dalam penggunaan akhirnya, persyaratan
produksi, dan saluran distribusinya. Misalnya konsistensi atas
kualitasnya, konsistensi atas bahan-bahan produksi yang digunakan,
dan konsistensi atas pemakaian saluran distribusi. Pengelompokkan
barang-barang dalam toko harus termasuk sejumlah item dalam
masing-masing lini produk: mebel, perabot rumah tangga, alat-alat
rumah tangga, radio dan tv, bermacam-macam pakaian untuk
keluarga dan lain-lain.
b) Merchandise quality
Menurut Gunawan (2009) menjelaskan bahwa setiap perusahaan yang
menginginkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen,
maka akan berusaha membuat produk yang berkualitas yang ditampilkan
melalui ciri-ciri, baik di luar produk (features product), manfaat produk-
produk tambahan (augmented product) maupun inti produk (core
product) itu sendiri. Toko biasanya menjual produk mulai dari kualitas
rata-rata (average quality) hingga kualitas yang baik (good quality).
c) Level of innovativeness
Inovasi produk yaitu memutuskan menyajikan produk baru atas dasar
kecepatan penjualan pertama, maksimum penjualan per periode waktu
tertentu dan panjanganya umur penjualan (Berman et all dalam
Gunawan, 2009). Produk yang disajikan dan dijual kepada konsumen
disesuaikan dengan kebutuhan pasar, trend terbaru dan keinginan
konsumen sehingga diharapkan konsumen tidak beralih ke pesaing yang
lain.
d) Inventory control
Pengelolaan barang dagangan adalah proses penanganan kreatif dalam
upaya untuk mempresentasikan atau menampilkan produk (barang
dagangan) dengan tujuan memaksimalkan daya tarik penjualan toko
(Utami, 2010). Aktivitas pengelolaan barang dagangan lebih rumit
daripada hanya sekedar memilih barang dagangan secara acak dan
meletakkannya pada rak, dan selanjutnya berharap agar produk tersebut
akan terjual. Menurut Berman et al dikutip dari Gunawan (2009),
memiliki persediaan yang memadai adalah sulit untuk diterapkan, karena
permintaan konsumen tidak dapat diprediksikan dengan sempurna,
kesulitan pemenuhan permintaan barang dari para pemasok, juga karena
keterbatasan ruangan penimbunan barang. Kontrol persediaan atau
menyediakan barang dalam jumlah yang memadai dimaksudkan untuk
menghindari kekecewaan konsumen karena barang yang dibutuhkan
tidak diperoleh. Apabila konsumen kecewa, maka konsumen akan beralih
kepada produk pesaing