Setiap perusahaan tentunya menginginkan untuk menciptakan serta mempertahankan
citra perusahaannya. Pencitraan toko adalah gambaran keseluruhan yang lebih dari
sekedar penjumlahan per bagian, di mana masing-masing bagian berinteraksi satu
sama lain dalam pikiran konsumen yang terbentuk dari fungsi multiatribut yang
saling berhubungan satu sama lain dengan bobot masing-masing (Utami, 2010).
Store image merupakan citra sebuah toko dilihat dari sisi konsumen di mana masing-
masing komponen dalam sebuah toko baik itu dari luar ataupun dalam toko berperan
dan saling berkaitan membentuk persepsi tersendiri. Menurut Sopiah dan Syihabudin
(2008), image dari sebuah toko dapat diciptakan atau diwujudkan dengan cara:
a. Menyajikan produk yang lengkap, bermutu, dan berkualitas.
b. Menetapkan harga dengan wajar
c. Tata ruang toko yang nyaman.
d. Pelayanan pramuniaga yang sopan dan terlatih.
Masih menurut Sopiah dan Syihabudhin (2008) citra toko bisa dianalisis dari dua
sudut pandang, yaitu:
a. Internal impression meliputi citra toko secara fisik; wujud fisik gedungnya,
layout, interior, eksterior, etalase, toilet, penempatan barang, kinerja
karyawan, pelayanan , dan tempat parkir. Sementara itu, wujud non fisik
berupa reputasi pemilik toko, kinerja manajemen toko, dan kinerja karyawan.
b. External impression meliputi reputasi pemilik toko, kinerja manajemen dan
karyawan
