Setiap orang bisa dikatakan sebagai konsumen baik itu pria, wanita, tua, muda, kaya
ataupun miskin karena setiap hari seseorang pasti mengonsumsi barang dan jasa.
Tidak peduli dari latar belakang pendidikan, sosial, ekonomi, budaya dan yang
lainnya, setiap orang pasti melakukan kegiatan konsumsi. Konsumen juga merupakan
bagian yang terpenting dari suatu perusahaan karena tanpa adanya konsumen
tentunya keberlangsungan hidup dari suatu perusahaan tidak akan bisa lama.
Perilaku konsumen menurut Sumarwan (2003) adalah semua kegiatan, tindakan, serta
proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli,
ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan
hal-hal di atas atau kegiatan mengevaluasi. The American Marketing Association
yang dikutip dari Setiadi (2003) mendefinisikannya sebagai berikut: Perilaku
konsumen merupakan interaksi dinamis antara afeksi dan kognisi, perilaku, dan
lingkungannya di mana manusia melakukan kegiatan pertukaran dalam hidup mereka.
Setiadi (2003) menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah dinamis, hal tersebut
melibatkan interaksi antara afeksi dan kognisi, perilaku dan kejadian di sekitar, serta
hal tersebut melibatkan pertukaran. Sedangkan, Supranto dan Limakrisna (2007)
mendefinisikan perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam
mendapatkan, menggunakan (memakai, mengkonsumsi) dan menghabiskan produk
(barang dan jasa) termasuk proses yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.
Munculnya perusahaan-perusahaan baru dengan produk dan jasanya yang semakin
beragam yang membuat pilihan bagi konsumen semakin banyak. Konsumen dengan
bebas membuat keputusan pembelian sesuai dengan kebutuhan, keinginan dan selera
mereka. Konsumen juga dijadikan sebagai salah satu tolak ukur dalam menentukan
strategi pada suatu perusahaan. Oleh karena itu, pemasar dari suatu perusahaan perlu
dan berkewajiban untuk mempelajari serta memahami mengenai konsumen.
