Kepercayaan Konsumen


Kepercayaan menurut Akbar dan Parvez dalam Sari (2020:23) merupakan
suatu keadaan dimana salah satu pihak merasa yakin dan percaya untuk menjalin
suatu hubungan kerjasama yang memiliki integritas dan dapat diandalkan.
Kepercayaan konsumen adalah suatu persepsi sudut pandang dari pihak konsumen
atas kehandalan produsen dalam melayani dan memenuhi keinginan dan harapan,
serta kepuasan konsumen. Kepercayaan yaitu dasar terjadinya transaksi jual beli
yang dilakukan secara online. Kepercayaan adalah sesuatu yang sangat penting dan
utama untuk pelaku bisnis karena kepercayaan konsumen sebagai penentu dari
keberlangsungan dari suatu bisnis. Menurut Sari (2020:23) menyatakan bahwa
kepercayaan konsumen akan melibatkan kesediaan dari konsumen untuk
melakukan sesuatu karena merasa yakin pada produsen yang akan memberikan
kepuasan sesuai dengan yang konsumen inginkan atau harapkan.
Berdasarkan teori diatas maka dapat disimpulkan bahwa kepercayaan
konsumen adalah persepsi konsumen atas suatu perusahaan mengenai
kehandalannya dan bisa menjadi dasar dalam terjadinya jual beli yang dilakukan
secara online. Manfaat dari adanya kepercayaan konsumen menurut Akbar dan
Parvez dalam Sari (2020:23-24), yaitu:

  1. Dari adanya kepercayaan konsumen, dapat mendorong para produsen untuk
    terus berusaha selalu menjaga hubungannya dengan konsumen.
  2. Produsen yang telah memiliki konsumen dengan tingkat kepercayaan yang
    tinggi akan lebih memilih keuntungan untuk jangka panjang dibanding
    jangka pendek, dengan harapan untuk tetap mempertahankan kepercayaan
    konsumen tersebut.
  3. Dari adanya kepercayaan konsumen, mendorong para produsen untuk dapat
    menyikapi setiap risiko yang besar dengan sikap yang bijaksana karena
    mereka percaya kepada rasa kepercayaan yang dimiliki oleh konsumen.
    Komponen-komponen dari kepercayaan konsumen menurut Peppers dan
    Rogers dalam Priansa (2017:126), yaitu:
  4. Integritas (Integrity)
    Yaitu kemampuan dan kejujuran yang dilakukan oleh produsen untuk
    menepati janjinya kepada konsumen. Integritas ini menyangkut mengenai
    bagaimana sikap atau perilaku dari produsen dalam menghadapi konsumen.
  5. Kebaikan hati (Benevolence)
    Yaitu motivasi dan perhatian yang diberikan oleh produsen terhadap
    konsumen demi kepentingan konsumen tersebut dengan tujuan untuk
    memberikan kepuasan kepada konsumen.
  6. Kompetensi (Competency)
    Yaitu suatu kemampuan yang dimiliki oleh produsen dalam melaksanakan
    dan memenuhi keinginan konsumen. Kemampuan yang dimaksud yaitu
    kemampuan dalam melayani, menyediakan dan melakukan transaksi
    dengan aman tanpa gangguan.
  7. Prediktabilitas (Predictability)
    Yaitu kemampuan produsen untuk dapat memberikan kepastian kepada
    konsumen mengenai ketersediaan dan kualitas suatu produk yang dijual,
    sehingga konsumen dapat memberikan penilaian mengenai kinerja dari
    produsen tersebut.
    Menurut Priansa (2017:119), terdapat tiga jenis dalam kepercayaan
    konsumen, yaitu:
    1) Kepercayaan atribut objek
    Kepercayaan objek adalah sebuah pengetahuan mengenai sebuah objek
    yang memiliki atribut-atribut khusus.
    2) Kepercayaan manfaat produk
    Para konsumen akan mencari dan membeli produk-produk yang dapat
    memberikan manfaat kepadanya dan dapat memenuhi kebutuhannya.
    3) Kepercayaan manfaat objek
    Yaitu suatu persepsi yang dibuat oleh konsumen mengenai seberapa jauh
    produk atau jasa akan memberikan manfaat sesuai dengan yang dibutuhkan.
    Didalam kepercayaan konsumen menurut Yee dan Faziharudean dalam Sari
    (2020:24-25) terdapat tiga komponen indikator. Ketiga komponen indikator
    tersebut adalah:
  8. Integritas
    Integritas adalah pendapat dari konsumen bahwa produsen telah mengikuti
    seluruh prinsip yang sesuai dan dapat diterima untuk menepati janjinya
    kepada konsumen, dan memperlakukan konsumen sesuai dengan jujur dan
    sesuai dengan etika yang ada. Produsen harus memiliki konsistensi dimasa
    lalu untuk menentukan integritas dari produsen, tindakan yang dilakukan
    oleh produsen dalam menepati janji-janjinya kepada konsumen, dan
    berkomunikasi secara tidak kredibel dan komunikasi yang dilakukan secara
    kredibel yang dilakukan produsen kepada kelompok lain.
  9. Kebajikan
    Kebajikan yang dimaksud disini yaitu kebajikan yang didasarkan pada
    seberapa besarnya rasa kepercayaan kemitraan, kepercayaan ini harus
    memiliki motivasi dan tujuan yang nantinya akan menjadi kelebihan dari
    produsen yang berguna pada kondisi saat suatu komitmen tidak dapat
    terbentuk.
  10. Kompetensi
    Kompetensi ini maksudnya adalah kemampuan yang dimiliki oleh produsen
    dalam menyelesaikan beberapa permasalahan yang sedang dihadapi oleh
    para konsumen serta kemampuan produsen dalam memenuhi semua
    kepeluan dari konsumen.