Indikator Budaya Kerja


Indikator budaya kerja yang baik adalah adanya kedisiplinan dari pelaku
organisasi baik atasan maupun bawahan, adanya ketaatan dalam menjalankan
peraturan yang berlaku dan memiliki nilai-nilai yang baik dalam melaksanakan
budaya kerja tersebut, menurut Sulaeman (2019: 302) Budaya kerja merupakan
sejumlah pikiran dasar atau program mental yang dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan efektivitas kerja dan kerjasama manusia yang dimiliki oleh suatu
golongan masyarakat. Serta membagi budaya kerja menjadi dua unsur yaitu:

  1. Sikap terhadap pekerjaan yakni kesuksesan akan kerja dibandingkan dengan
    kegiatan lain, seperti bersantai, atau semata-mata memperoleh kepuasan dari
    kesibukan pekerjaannya sendiri, atau merasa terpaksa melakukan sesuatu
    hanya untuk kelangsungan hidupnya;
  2. Perilaku pada waktu bekerja, yaitu seperti rajin, berdedikasi, tanggung jawab,
    berhati-hati, teliti, cermat, kemauan yang kuat untuk mempelajari tugas dan
    kewajibannya, suka membantu sesama karyawan atau sebaliknya.
    Budaya kerja kini telah diterapkan pada setiap organisasi. Karena dengan
    adanya budaya kerja kebijakan nilai-nilai budaya kerja yang dijalankan organisasi
    membuat semua karyawan harus mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. Maka
    dari itu budaya kerja dianggap sangatlah penting dalam sektor perbankan. Karena
    dalam organisasi perbankan identik dengan yang namanya disiplin.
    Menurut Wibowo (2019: 81) Warna budaya kerja adalah produktivitas,
    yang berupa perilaku kerja yang tercermin antara lain: kerja keras, ulet, disiplin,
    produktif, tanggung jawab, motivasi, manfaat, kreatif, dinamik, konsekuen,
    konsisten, responsive, mandiri, makin lebih baik, dan lain-lain. Dimensi budaya
    kerja yang harus dimiliki oleh setiap organisasi, yaitu:
  3. Profesionalisme adalah kompeten dibidangnya dan senantiasa mengembangkan
    diri sehingga menghasilkan kinerja terbaik serta memberikan nilai tambah bagi
    perusahaan.
  4. Kerjasama adalah membangun hubungan yang tulus dan terbuka dengan semua
    karyawan dan semua pihak yang dilandasi sikap saling percaya dan menghargai
    untuk mencapai tujuan bersama.
  5. Pelayanan Prima adalah memberikan pelayanan yang melebihi harapan
    pelanggan (internal dan eksternal).
  6. Inovasi adalah senantiasa mengembangkan gagasan baru dan penyempurnaan
    berkelanjutan yang bernilai tambah bagi perusahaan.
  7. Keteladanan adalah mulai dari diri sendiri menjadi suri tauladan dalam
    berperilaku yang mencerminkan nilai-nilai budaya kerja suatu organisasi atau
    perusahaan. (Wibowo, 2019: 81)
    Dari teori di atas, dapat penulis simpulkan program budaya kerja akan
    menjadi kenyataan melalui proses panjang, karena perubahan nilai-nilai lama
    menjadi nilai-nilai baru akan memakan waktu untuk menjadi kebiasaan dantak
    henti-hentinya terus melakukan penyempurnaan dan perbaikan