Faktor-faktor Disiplin Kerja


Menurut Hasibuan (2020), factor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat
kedisiplinan kerja antara lain sebagai berikut :
a. Tujuan dan Kemampuan
Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan adalah
Tujuan dan kemampuan. Tujuan yang akan dicapai harus jelas dan sesuai
dengan kemampuan karyawan agar dalam melaksanakan pekerjaannya
sungguh-sungguh dan disiplin. Pentingnya sesuai dengan kemampuan karena
apabila beban kerja yang diemban diluar kemampuan karyawan, maka tingkat
kesungguhan dan kedisiplinan karyawan akan rendah.
b. Teladan Pimpinan
Pimpinan merupakan sosok yang menjadi teladan dan panutan bagi
bawahannya. Seorang pimpinan harus memberikan contoh yang baik,
berdisiplin, jujur, adil, serta perkataannya sesuai dengan perbuatan. Apabila
teladan pimpinan baik, maka kedisiplinan bawahan pun akan ikut baik,
begitupun sebaliknya apabila teladan pimpinan kurang baik maka tingkat
kedisiplinan bawahan pun akan kurang baik juga. Maka, pimpinan harus
menyadari bahwasanya perilakunya akan dicontoh dan diteladani oleh
bawahannya, serta pimpinan harus mewujudkan kedisiplinan yang baik agar
bawahannya pun meneladaninya dengan menerapkan disiplin yang baik pula.
c. Balas Jasa
Balas jasa ikut mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan, karena dengan
balas jasa karyawan akan merasakan kepuasan dalam bekerja dan kenyamanan
karyawan dalam bekerja di suatu perusahaan tersebut akan muncul. Jika
kepuasan karyawan semakin baik maka kedisiplinan nya pun akan semakin
baik. Jadi kesimpulannya, semakin besar balas jasa yang diberikan perusahaan
kepada karyawan, akan semakin baik pula kedisiplinan karyawan terhadap
perusahaan, begitupun sebaliknya apabila balas jasa yang diberikan rendah,
maka tingkat kedisiplinan karyawan cenderung rendah.
d. Keadilan
Keadilan merupakan salah satu factor tinggi rendahnya kedisiplinan karyawan.
Keadilan yang dijadikan dasar kebijaksanaan dalam pemberian balas jasa atau
hukuman akan merangsang terciptanya kedisiplinan karyawan yang baik.
Dengan keadilan yang baik, maka akan menciptakan kedisiplinan yang baik
pula. Sehingga, keadilan harus ditetapkan dengan baik pada setiap perusahaan
supaya kedisiplinan karyawan perusahaan baik pula.
e. Waskat (Pengawasan Melekat)
Waskat atau Pengawasan Melekat merupakan Tindakan nyata untuk mencegah
atau mengetahui kesalahan, memperbaiki kesalahan, memelihara kedisiplinan,
meningkatkan prestasi kerja, mengaktifkan peranan atasan dan bawahan,
menggali sistem-sistem kerja yang paling efektif, serta menciptakan sistem
internal control terbaik dan yang mendukung terwujudnya tujuan perusahaan,
karyawan, juga masyarakat. Pengawasan melekat ini mengharuskan pimpinan
aktif dan mengawasi karyawan secara perilaku, moral, sikap, gairah kerja, dan
prestasi kerja bawahannya. Maka dengan begitu, karyawan akan merasa
mendapati perhatian, bimbingan, petunjuk, pengarahan, pengawasan dari
atasan. Dengan ini, akan membentuk kebersamaan aktif antara atasan dengan
bawahan, dan terwujudnya suatu Kerjasama yang baik antar karyawan serta
akan menciptakan kedisiplinan karyawan yang baik juga.
f. Sanksi Hukuman
Sanksi hukuman didalam memelihara kedisiplinan karyawan itu berperan
penting. Semakin berat sanksi hukuman, maka akan semakin takut karyawan
melanggar peraturan-peraturan yang telah ditetapkan perusahaan. Sanksi
hukuman bersifat mendidik dan memotivasi karyawan agar memiliki tingkat
kedisiplinan yang baik dalam suatu perusahaan.
g. Ketegasan
Ketegasan pimpinan dalam melakukan Tindakan akan mempengaruhi
kedisiplinan karyawan perusahaan. Seorang pimpinan harus berani dan tegas
dalam bertindak memberikan hukuman kepada setiap karyawan sesuai dengan
sanksi hukuman yang telah ditetapkan, bertujuan untuk mewujudkan seorang
pimpinan yang disegani dan diakui kepemimpinannya oleh bawahan dan
dengan demikian, pimpinan akan dapat memelihara kedisiplinan karyawan.
h. Hubungan Kemanusiaan
Terciptanya hubungan kemanusiaan (human relationship) yang baik, serasi,
dan harmonis akan mewujudkan lingkungan dan suasana kerja yang nyaman.
Sehingga akan memotivasi para karyawan dalam suatu perusahaan.
Kedisiplinan karyawan akan tercipta apabila hubungan kemanusiaan dalam
perusahaan atau organisasi tersebut baik