Secara garis besar, menurut Nitisemito (2014:183) ada dua jenis lingkungan kerja,
yaitu sebagai berikut.
1) Lingkungan Kerja Fisik
Lingkungan kerja yang dapat dilihat dan kasat mata di dalam kantor adalah
lingkungan kerja fisik. Lingkungan kerja fisik dapat berpengaruh baik secara
langsung maupun tidak langsung terhadap produktivitas kerja seorang
karyawan. Lingkungan kerja fisik dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu:
a) Lingkungan kerja langsung yaitu lingkungan kerja yang serta-merta
berhubungan dengan karyawan seperti komputer, meja, dan alat tulis
kantor.
b) Lingkungan perantara atau lingkungan yang dapat dirasakan secara
langsung oleh karyawan seperti temperatur udara, kebisingan,
pencahayaan hingga pemilihan warna cat dalam ruangan kerja.
2) Lingkungan kerja non fisik
Semua lingkungan kerja yang ada di ruang kerja akan tetapi tidak kasat mata
dan berkaitan dengan hubungan kerja, lingkungan kerja ini termasuk hubungan
dengan sesama, maupun hubungan antara atasan dan bawahan dalam
perusahaan dan sebaliknya. Terdapat lima aspek lingkungan kerja non fisik
yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja karyawan yaitu struktur
organisasi dalam perusahaan, kerja sama antar kelompok maupun individu,
perhatian dan dukungan pimpinan, tanggung jawab kerja, dan kelancaran
dalam berkomunikasi
