Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kompensasi


Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kompensasi dalam suatu
perusahaan. Beberapa ahli memiliki pendapat yang bervariasi mengenai faktor-faktor
yang mempengaruhi kompensasi. Menurut Sutrisno (2017) faktor yang
mempengaruhi kompensasi, yaitu sebagai berikut :

  1. Tingkat biaya hidup
    Kompensasi yang diterima seorang karyawan baru mempunyai arti bila dapat
    digunakan untuk memenuhi kebutuhan fisik minimum (KFM). Kebutuhan
    fisik minimum karyawan yang tinggal dikota besar akan jauh berbeda dengan
    kebutuhan fisik minimum bagi karyawan yang tinggal di kota kecil.
    Perbedaan tingkat KFM akan selalu mengikuti fluktuasi tingkat biaya hidup
    sehari-hari yang terdapat di lokasi yang berbeda. Bila perusahaan tidak
    tanggap terhadap fluktuasi biaya hidup dalam menetapkan kompensasi
    akibatnya tentu dapat dibayangkan, akan terjadi pergolakan dalam perusahaan,
    berkembangnya rasa tidak puas, atau pemogokan pekerja untuk menuntut
    kenaikan upah.
  2. Tingkat kompensasi yang berlaku diperusahaan lain
    Dewasa ini transportasi makin lancar, arus informasi tidak mungkin dapat
    dibendung lagi. Termasuk informasi tentang kompensasi yang berlaku di
    perusahaan lain untuk macam kegiatan yang sama, cepat diketahui. Bila
    tingkat kompensasi yang diberikan kepada karyawan lebih rendah dari yang
    dapat diberikan oleh perusahaan lain untuk pekerjaan yang sama, maka akan
    dapat menimbulkan rasa tidak puas di kalangan karyawan, yang dapat
    berakhir dengan banyaknya tenaga potensial meninggalkan perusahaan.
    Sebaliknya, jika tingkat kompensasi yang diberikan terlampau tinggi, juga
    akan membawa dampak buruk, karena seolah-olah perusahaan menutup mata
    terhadap tingkat kompensasi rata-rata yang berlaku. Untuk meniadakan hal
    negatif seperti ini, maka perusahaan perlu selalu melakukan studi banding
    dalam menentukan tingkat kompensasi yang sedang berlaku di perusahaan-
    perusahaan lain, agar karyawan dan perusahaan tidak ada yang dirugikan.
  3. Tingkat kemampuan perusahaan
    Perusahaan yang memiliki kemampuan tinggi akan dapat membayar tingkat
    kompensasi yang tinggi pula bagi para karyawannya. Sebaliknya, perusahaan
    yang tidak mampu tentu tidak mungkin dapat membayar tingkat kompensasi
    yang diharapkan para karyawan. Oleh sebab itu, perusahaan yang bijaksana
    harus selalu menginformasikan kepada seluruh karyawannya tentang tingkat
    kinerja perusahaan dari waktu ke waktu. Bila karyawan bekerja dengan baik,
    maka kinerja perusahaan juga akan tinggi, sehingga perusahaan dapat
    membayar kompensasi lebih besar kepada karyawan.
  4. Jenis pekerjaan dan besar kecilnya tanggung jawab
    Jenis pekerjaan biasanya akan menentukan besar kecilnya tanggung jawab
    para karyawan. Karyawan yang mempunyai kadar pekerjaan yang lebih sukar
    dan dengan tanggung jawab yang lebih besar, tentu akan diimbangi dengan
    tingkat kompensasi yang lebih besar pula. Adapun pekerjaan yang sifatnya
    tidak begitu sulit dan kurang memerlukan tenaga dan pikiran, akan mendapat
    imbalan kompensasi yang lebih rendah. Contohnya, seorang montir mobil
    memerlukan keterampilan yang lebih rumit dan tanggung jawab lebih besar
    dibandingkan dengan seorang pekerja bagian pengetikan. Kedua jenis
    pekerjaan ini tentu memperoleh tingkat kompensasi yang berlainan.
  5. Peraturan perundang-undangan yang berlaku
    Suatu perusahaan akan selalu terikat pada kebijaksanaan dan peraturan yang
    dikeluarkan oleh pemerintah, termasuk pula tingkat kompensasi yang
    diberikan kepada para karyawan. Pemerintah menetapkan bahwa kompensasi
    yang diberikan oleh suatu perusahaan haruslah dapat memenuhi kebutuhan
    fisik minimum (KFM) para karyawan. Bila hal ini tidak dilaksanakan, maka
    perusahaan ini akan termasuk perusahaan yang tidak memenuhi peraturan
    pemerintah. Realitanya banyak perusahaan yang tidak mengikuti peraturan-
    peraturan yang berlaku dalam pemberian kompensasi pada para karyawan.
    Oleh karena itu, sangat diperlukan peranan serikat pekerja sebagai jembatan
    antara karyawan dengan perusahaan. Disini letak kaitan pemberian
    kompensasi seharusnya memenuhi peraturan perundang-undangan yang
    berlaku.
  6. Peranan serikat buruh
    Dalam masyarakat kita, keberadaan serikat pekerja yang ada dalam
    perusahaan-perusahaan dirasa penting. Ia akan dapat menjembatani
    kepentingan para karyawan dengan kepentingan perusahaan. Supaya tidak
    terjadi konflik antara kedua kepentingan, maka peranan serikat pekerja dapat
    membantu memberikan masukan dan saran kepada perusahaan untuk
    memelihara hubungan kerja dengan para karyawan. Para karyawan pun akan
    merasa terjamin kepentingan mereka, bila keberadaan serikat pekerja itu
    benar-benar terasa turut memperjuangkan kepentingannya dan tidak hanya
    sebagai tameng penjaga kepentingan perusahaan