Menurut Suharmono & Natalia (2015) ada beberapa faktor yang
mempengaruhi work-family conflict, yaitu
a) Tekanan Waktu
Jumlah waktu yang digunakan pekerja dalam menyelesaikan suatu peran akan
mempengaruhi waktu yang diperlukan untuk peran lainnya. Hal tersebut
menunjukkan peningkatan waktu yang digunakan untuk bekerja akan
berdampak pada berkurangnya waktu yang dapat diberikan untuk keluarga
b) Ukuran dan dukungan keluarga
Keluarga dengan jumlah anggota yang banyak berpotensi menimbulkan
konflik lebih banyak pula. Dukungan keluarga dalam bentuk motivasi,
penguatan, serta dorongan terhadap individu mengurangi timbulnya konflik.
c) Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja mencerminkan bagaimana perasaan pekerja terhadap hal yang
dikerjakannya. Pekerja dengan kepuasan kerja yang tinggi bersikap positif
terhadap pekerjaan dan lingkungan kerjanya (Wiliandari, 2015). Semakin
tinggi kepuasan kerja karyawan akan menurun kemungkinan konflik terjadi.
d) Kepuasan Pernikahan
Tercukupinya kebahagiaan dalam hubungan pernikahan yang dijalani menjadi
penting untuk meminimalisir terjadinya konflik.
e) Ukuran perusahaan
Jumlah pekerja ternyata menjadi salah satu faktor terjadinya work-family
conflict pada seseorang
