Kepemilikan Manajerial


Kepemilikan Manajerial terhadap perusahaan atau yang biasa
dikenal dengan istilah Insider Ownership ini didefinisikan sebagai
presentase suara yang berkaitan dengan saham dan option yang
dimiliki oleh manajer dan direksi suatu perusahaan (Mathiesen dalam
Febriana dan Suaryana, 2012). Kepemilikan Saham yang tinggi maka
dapat diartikan bahwa manajer dalam perusahaan memiliki saham
sekaligus menjadi pemegang saham yang tinggi pula di dalam
perusahaan. Manajer yang memiliki saham perusahaan tentunya akan
menselaraskan kepentingannya sebagai manajer dengan
kepentingannya sebagai pemegang saham. Hubungannya dengan ISR
adalah dengan tingginya kepemilikan manajer didalam suatu
perusahaan maka tindakan manajer akan semakin produktif dalam
menerapkan nilai-nilai perusahaan, khususnya dalam pengungkapan
Islamic Social Reporting.
Kepemilikan manajerial menyebabkan berkurangnya tindakan
oportunis manajer untuk memaksimalkan keperntingan pribadi.
Manajer perusahaan akan mengambil keputusan sesuai dengan
kepentingan perusahaan dengan cara mengungkapkan informasi sosial
yang seluas-luasnya untuk meningkatkan image perusahaan.
Berdasarkan penelitian Anggraini (2006) menyimpulkan bahwa
variabel kepemilikan manajerial memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap kebijakan perusahaan dalam mengungkapkan informasi
sosial. Semakin besar kepemilikan manajer di dalam perusahaan maka
manajer perusahaan akan semakin banyak menngungkapkan informasi
sosial. Hasil tersebut berbanding terbalik dengan penelitian yang
diteliti oleh (Badjuri, 2011) ditemukan hasil bahwa variabel
kepemilikan manajerial ternyata tidak berpengaruh terhadap luas
pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan