Konsep Corporate social responsibility


Menurut Indrawan (2011), bentuk dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam
menjalankan usahanya ada 3 komponen penting yaitu konsep 3P (Triple bottom line).
Jhon Elkington memperkenalkan konsep Triple bottom line (TBL) atau juga 3P
(profit,people dan planet) pada tahun 1988. Teori Triple bottom line (TBL)
merupakan suatu konsep yang memberikan pandangan bahwa jika perusahaan ingin
mempertahankan kelangsungan hidupnya perusahaan, maka perusahaan tidak hanya
mengerjar laba atau profit semata, tetapi perusahaan juga harus melihat kesejahteraan
masyarakat dan menjamin lingkungan yang terbebas dari dampak negatif dimana
perusahaan berada. Konsep ini merupakan pilar untuk mengukur kesuksesan suatu
perusahaan dengan kriterianya yaitu ekonomi, lingkungan dan sosial. konsep 3p
(Triple bottom line) meliputi :

  1. Ekonomi (Profit)
    Fokus utama perusahaan dalam menjalankan suatu bisnis adalah memproleh
    laba yang tinggi selain itu tujuan dari perusahaan juga adalah mencapai
    keuntungan. Dalam kegiatan operasional perusahaan, dengan perolehan laba
    perusahaan dapat mengalokasikan laba yang diperoleh untuk biaya pertumbuhan
    dan pengembangan usaha perusahaan kedepannya, memeberikan deviden kepada
    para pemegang saham, dan membayar pajak kepada pemerintah.
  2. Lingkungan (planet)
    Bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitar dengan
    memberikan perhatian kepada lingkungan, perusahaan ikut andil berpartisipasi
    melalui pelestarikan lingkungan, melakukan usaha pencegahan terjadinya bencana
    serta meminimalisir dampak bencana demi kesejahteraan masyarakat jangka
    panjang. Dengan cara mengelolah dengan baik sumber daya alam dan mengurangi
    limbah hasil produksi dengan mengolah kembali limbah tersebut menjadi limbah
    yang aman bagi lingkungan.
  3. Sosial atau masyarakat (people)
    Suatu konsep yang mementingkan perlindungan kepada masyarakat.
    Menurut Suarta (2010) perusahaan perlu melakukan kegiatan yang dapat
    menyentuh kebutuhan masyarakat. Masyarakat merupakan steakholder yang
    penting bagi perusahaan. Karena perusahaan memerlukan dukungan dari
    masyarakat untuk kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan.
    Oleh karena itu perusahaan perlu memberikan perhatian kepada masyarakat.
    Perhatian kepada masyarakat dilakukan dengan cara melakukan aktivitas-aktivitas
    dan pembuatan kebijakan yang dapat meningkatkan kompetensi yang dimiliki
    diberbagai bidang seperti pemberiaan beasiswa bagi pelajar disekitar perusahaan
    dan mendirikan sarana pendidikan dan kesehatan. Dengan melaksanakan tanggung
    jawab sosial perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek tetapi
    juga memberikan kontribusi kesejahteraan dan kualitas hidup bagi masyarakat
    serta lingkungan dalam jangka panjang