Berkaitan dengan pelaksanaan CSR, perusahaan bisa dikelompokkan ke
dalam beberapa kategori. Peng-kategorian ini menggambarkan kemampuan dan
komitmen perusahaan dalam menjalankan CSR. Peng-kategorian dapat memotivasi
perusahaan dalam mengembangkan program CSR dan dapat pula dijadikan cermin
dan guideline untuk menentukan model CSR yang tepat (Suharto, 2007).
- Kategori perusahaan berdasarkan proporsi keuntungan dan besarnya anggaran
CSR :
- Perusahaan Minimalis : Perusahaan yang memiliki profit dan anggaran CSR yang
rendah. Perusahaan kecil dan lemah biasanya masuk dalam kategori ini. - Perusahaan Ekonomis : Perusahaan yang memiliki keuntungan tinggi, namun
anggara CSR-nya rendah. Perusahaan yang termasuk kategori ini adalah
perusahaan besar, namun pelit. - Perusahaan Humanis : Perusahaan yang memiliki profit yang rendah, namun
proporsi anggaran CSR-nya relatif tinggi. Perusahaan ini disebut perusahaan
dermawan. - Perusahaan Reformis : Perusahaan ini memiliki profit dan anggaran CSR yang
tinggi. Perusahaan seperti ini memandang CSR bukan sebagai beban melainkan
sebagai peluang.
- Kategori perusahaan berdasarkan tujuan CSR, (apakah CSR dipandang sebagai
media promosi atau pemberdayaan masyarakat) :
- Perusahaan Pasif : Perusahaan yang menerapkan CSR tanpa tujuan jelas, bukan
untuk promosi dan bukan pula untuk pemberdayaan masyarakat, sekedar
melakukan kegiatan karitatif (bersifat memberikan kasih sayang). Perusahaan ini
seperti melihat promosi dan CSR sebagai hal yang kurang bermanfaat bagi
perusahaan. - Perusahaan Impresif : CSR lebih diutamakan daripada pemberdayaan.
Perusahaan seperti ini lebih mementingkan “tebar pesona” daripada “tebar kaya”. - Perusahaan Agresif : CSR lebih ditujukan untuk pemberdayaan daripada promosi.
Perusahaan seperti ini lebih mementingkan “karya nyata” daripada “tebar
pesona”. - Perusahaan Progresif : Perusahaan menerapkan CSR untuk tujuan promosi
sekaligus pemberdayaan. Promosi dan CSR dipandang sebagai kegiatan yang
bermanfaat dan menunjang satu sama lainnya bagi kemajuan perusahaan
