systematic literature review (SLR)

systematic literature review (SLR) merangkum hasil dari semua penelitian yang tersedia pada topik tertentu dan menyediakan bukti tingkat tinggi. Penulis SLR harus mengikuti rencana lanjutan yang mencakup penentuan informasi apriori mengenai pertanyaan penelitian, sumber yang akan mereka telusuri, kriteria inklusi yang diterapkan untuk memilih penelitian yang menjawab pertanyaan penelitian, dan informasi mengenai cara mereka akan meringkas temuan [1].

Ketelitian dan transparansi SLR menjadikannya bentuk tinjauan pustaka yang paling dapat diandalkan [2], yang menyediakan ringkasan bukti yang komprehensif dan objektif untuk topik tertentu [3,4]. Di sisi lain, proses SLR biasanya sangat memakan waktu dan membutuhkan banyak sumber daya manusia. Dengan mempertimbangkan peningkatan tinggi data yang baru diterbitkan dan kebutuhan yang meningkat untuk menganalisis informasi secepat mungkin, tinjauan pustaka cepat (RLR) sering kali menggantikan SLR standar.

Ada beberapa pedoman tentang metodologi RLR [5–11]; namun, baru-baru ini, satu publikasi dari tahun 2021 mencoba menyusun definisi terpadu [11]. Secara umum, RLR dipahami sebagai sintesis bukti yang melibatkan penggunaan beberapa komponen pendekatan sistematis untuk memfasilitasi jawaban atas pertanyaan penelitian yang terfokus; namun, batasan cakupan dan strategi pencarian yang lebih sempit membantu membuat proyek dapat dikelola dalam waktu yang lebih singkat dan memperoleh kesimpulan utama lebih cepat [4].

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan dan meringkas informasi yang tersedia tentang berbagai pendekatan terhadap definisi dan metodologi RLR. RLR telah dijalankan untuk mengumpulkan publikasi yang menyediakan data yang sesuai dengan tujuan proyek.