Teori Brand Image


Menurut Kertajaya, 2007 yang dikutip oleh Xian, Gou Li,
2011, menyatakan ada beberapa faktor yang membentuk citra
merek yaitu :

  1. Kualitas atau mutu, berkaitan dengan kualitas produk
    barang yang ditawarkan oleh produsen dengan merek
    tertentu
  2. Dapat dipercaya atau diandalkan, berkaitan dengan
    pendapat dan kesepakatan yang di bentuk oleh masyarakat
    tentang suatu produk yang dikonsumsi
  3. Kegunaan atau manfaat, yang terkait dengan fungsi dari
    suatu produk yang bisa dimanfaatkan oleh konsumen
  4. Pelayanan, yang berkaitan dengan tugas produsen dalam
    melayani konsumennya
  5. Resiko, berkaitan dengan untung rugi yang dialami oleh
    konsumen
  6. Harga, dalam hal ini yang dikeluarkan konsumen untuk
    mempengaruhi suatu produk, juga dapat mempengaruhi
    citra berkaitan dengan tinggi rendahnya atau banyak
    sedikitnya jumlah uang jangka panjang
  7. Image, yang dimiliki merek itu sendiri, yaitu berupa
    pelanggan, kesempatan dan informasi yang berkaitan
    dengan suatu merek dari produk tertentu
    Menurut Rahman, 2010:179 yang dikutip oleh Kurniati,
    2012, pengukuran terhadap merek mempunyai enam tingkat
    pengertian, yaitu :
  8. Atribut : Merek mengingatkan pada atribut tertentu dari
    sebuah produk, baik dari program purna jualnya,
    pelayanan, maupun kelebihannya dan perusahaan
    menggunakan atribut tersebut sebagai materi iklan mereka
  9. Manfaat : Pelanggan tentu tidak membeli sebatas atribut
    dari suatu produk melainkan manfaatnya
  10. Nilai : Merek mewakili nilai dari produknya. Jam tangan
    merek Rolex, misalnya yang memberikan nilai tinggi bagi
    penggunanya
  11. Budaya : Merek mewakili budaya tertentu
  12. Kepribadian : Merek layaknya seseorang yang
    merefleksikan sebuah kepribadian tertentu
  13. Pemakai : Merek menunjukkan jenis konsumen yang
    membeli atau menggunakan suatu produk tersebut.
    Manfaat dari brand image menurut Tjiptono (2012) yaitu :
  14. Sarana identifikasi untuk memudahkan proses penanganan
    atau pelacakan produk bagi perusahaan, terutama dalam
    pengorganisasian sediaan dan pencatatan akuntansi
  15. Bentuk proteksi hukum terhadap fitur atau aspek produk
    yang unik. Merek bisa mendapatkan perlindungan properti
    intelektual. Nama merek bisa diproteksi melalui merek
    dagang terdaftar (registered trademarks) proses
    pemanufakturan bisa dilindungi melalui hak paten dan
    kemasan bisa diproteksi melalui hak cipta (copyright) dan
    desain
  16. Signal tingkat kualitas bagi para pelanggan yang puas,
    sehingga mereka bisa dengan mudah memilih dan
    membelinya lagi di lain waktu
  17. Sarana untuk menciptakan asosiasi dan makna unik yang
    membedakan produk dari para pesaing
  18. Sumber keunggulan kompetitif, terutama menyangkut
    pendapatan masa datang
  19. Sumber financial returns, terutama menyangkut
    pendapatan masa datang
    Indikator brand image menurut Pujadi, 2010 yang dikutip
    oleh Teviana, 2011 adalah :
  20. Kesan Profesional : Produk memiliki kesan profesional
    atau memiliki keahflian dibidangnya
  21. Kesan Modern : Produk memiliki kesan modern atau
    memiliki teknologi yang selalu mengikuti perkembangan
    jaman
  22. Melayani semua segmen : produk mampu melayani semua
    segmen yang ada, tidak hanya melayani segmen khusus
    saja
  23. Perhatian pada konsumen : produk perhatian/peduli pada
    keinginan/kebutuhan konsumen