Kerangka Kerja Enterprise Risk Management COSO


Didalam Enterprise Risk Management versi COSO terdiri dari delapan
macam komponen yang saling terkait. Kedelapan komponen ini diturunkan dari
bagaimana manajemen menjalankan perusahaan dan diintegritasikan dengan
poses manajemen. Menurut (Moeller,2009) dalam (Sirait & Susanty, 2016)
Kedelapan komponen tersebut diantaranya :

  1. Lingkungan Internal (Internal Environment), sangat menentukan warna
    dari sebuah organisasi dan memberi dasar bagi cara pandang terhadap
    risiko dari setiap orang dalam organisasi tersebut. Lingkungan internal ini
    termasuk filosofi manajemen risiko dan risk appetite, nilai – nilai etika dan
    integritas, dan lingkungan dimana kesemuanya tersebut berjalan.
  2. Penentuan Tujuan (Objektive Setting), manajemen risiko menetapkan
    objective (tujuan – tujuan) dari organisasi agar dapat menggidentifikasi,
    mengakses, dan mengelola risiko. Objective dapat diklasifikasikan
    menjadi strategic objective dan activity objective. Strategic objective di
    perusahaan berhubungan dengan pencapaian dan peningkatan kinerja
    instansi dalam jangka menengah dan panjang, dan merupakan penerapan
    dari visi dan misi instansi tersebut.
  3. Identifikasi Kejadian (Event Identification), dimana komponen ini
    mengidentifikasi kejadian – kejadian potensial baik yang terjadi di
    lingkungan internal maupun eksternal organisasi yang mempengaruhi
    strategi atau pencapaian tujuan dari organisasi.
  4. Penilaian Risiko (Risk Assesment), dimana komponen ini menilai sejauh
    mana dampak dari kejadian dapat mengganggu pencapaian dari tujuan.
    Risiko dianalisis dengan memperhitungkan (likelihood) dan dampaknya
    (impact), sebagai dasar bagi penentuan bagaimana seharusnya risiko
    tersebut dikelola.
  5. Respon Risiko (Risk Response) sebuah organisasi harus dapat menentukan
    sikap atas hasil penilaian risiko. Manajemen memilih respon, menghindar
    (avoiding), menerima risiko yang berdampak kecil dan jarang terjadi
    (accepting), mengurangi (reducting), atau mengalihkan atau menanggung
    bersama risiko atau sebagian dari risiko ke pihak lain (sharing risk) dan
    mengembangkan satu set kegiatan agar risiko tersebut sesuai dengan
    toleransi (risk tolerance). Jenis respon risiko juga dapat dilakukan
    berdasarkan hasil risk scoring dengan batasan yang sudah ditentukan.
  6. Kegiatan Pengendalian (Control Activities) merupakan kebijakan dan
    prosedur yang diterapkan dan di implementasikan untuk membantu
    memastikan respon risiko berjalan dengan efektif.
  7. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication) merupakan
    informasi yang relevan diidentifikasi, ditangkap dan dikomunikasikan
    dalam bentuk dan waktu yang memungkinkan setiap orang menjalankan
    tanggung jawabnya. Arah komunikasi dapat bersifar internal maupun
    eksternal.
  8. Pengawasan (Monitoring) merupakan keseluruhan proses Enterprise Risk
    Management di monitoring dan di modifikasi apabila perlu. Pada proes
    monitoring perlu dicermati adanya kendala seperti pelaporan yang tidak
    lengkap atau bahkan berlebihan